Langsung ke konten utama

Sejarah Pizza




Pizza salah satu makanan paling populer di dunia yang memiliki sejarah yang menarik. 

Di mana pizza pertama kali dibuat? 
Meskipun kebanyakan orang merujuk ke Italia ketika mereka memikirkan tentang pizza untuk pertama kalinya, sejarawan setuju bahwa hidangan tersebut memiliki sejarah yang lebih panjang. Orang Yunani kuno, Romawi, dan Mesir sudah memakan roti pipih dengan berbagai minyak dan rempah-rempah. Bahkan sejak abad keenam SM, orang Persia memanggang roti pipih yang dilapisi keju dan kurma. 

Tapi pizza seperti yang kita kenal sekarang dimulai sebagai sejenis roti pipih yang populer di daerah miskin Napoli, Italia. 

Kapan pizza pertama kali ditemukan? 
Sejarawan belum menentukan tanggal pasti pembuatan pizza pertama kalinya. Tetapi mereka berhasil mempersempit waktunya sedikit. Tomat berasal dari Barat tetapi tidak sampai ke Eropa sampai sekitar tahun 1500-an (karena dianggap beracun), jadi pizza dengan saus tomat tidak mungkin ada sampai setelah waktu itu. 

Sebuah buku dari tahun 1799 mempersempit tahun kelahiran pizza lebih jauh. Buku Ini menggambarkan pizza sebagai adonan dengan saus tomat dan keju, jadi kita tahu itu ditemukan setidaknya di sekitar masa itu. 

Dan berkat sensus Italia yang diambil pada akhir 1700-an, yang mencantumkan segelintir orang sebagai "pizolas" (pembuat pizza) di Naples, kita bisa tahu bahwa hidangan itu cukup dikenal sehingga memunculkan sebuah profesi. 

Kapan pizza datang ke Amerika? 
Pizza dapat ditemukan di Amerika Serikat pada awal tahun 1910-an. Makanan itu mulai muncul di Pantai Timur dan di Midwest, yaitu tempat-tempat seperti Omaha, Nebraska, dan Racine, Wisconsin. Tetapi jika kita berbicara tentang di mana pizza menjadi terkenal di Amerika Serikat, maka kita berbicara tentang New York City, meskipun tidak selalu menempati peringkat nomor satu untuk pizza terbaik di Amerika. 

Sementara Lombardi's di Manhattan menjadi restoran pizza AS pertama yang berlisensi pada tahun 1905. 

Dari situlah pizza kemudian diperkenalkan di Indonesia oleh salah satu jaringan pizza asal amerika yaitu Pizza Hut, di tahun 1984.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...