Ga semuanya sih. Tapi beberapa film memang ga enak ditonton. Bukan cuma soal jalan cerita yang terlalu dangkal, tapi juga soal aktingnya. Aktor Indonesia, cmiiw, memasuki dunia film berdasarkan pertemanan, atau hubungan lain yg kurang lebih tercakup dalam satu kata, yaitu NEPOTISME. Akibatnya tentu saja jarang aktor yg punya akting bagus. Yang ada ya aktor dengan akting berlebihan, atau kurang sama sekali. Untuk berada di level 50 plus minus, alias mendekati pas, rasanya sulit. Deddy Mizwar, Tio Pakusadewo, atau Ray Sahetapi rasanya tak sembarangan melepas teriakan ketika marah. Intinya tak perlu gestur berlebihan, org paham dari mimik mukanya, dia sedang apa. Klo aktor2 muda? Ketika marah merasa harus teriak. Ketika bahagia, merasa tawanya harus mengisi dunia. Ketika sedih, tangisnya harus banjir. Ditambah lagi ketika akting jadi orang kaya atau anak JKT, gesturenya jadi ngopipaste bule2 di film. Padahal kan gesture Indonesia ga sama dengan bule. Contohnya saja India, goyan...
Tulisan-tulisan Dokter Assep ada di sini.