Langsung ke konten utama

Postingan

Mesjid Tanpa Kipas

Kapaaan pengurus2 mesjid ini akan paham bahwa yang memperparah penyebaran covid19 itu adalah sirkulasi udara ruangan yang tidak lancar. Artinya ruangan berAC yang memang niscayanya harus selalu tertutup rapat, adalah berbahaya. Pun demikian, ketika anda sebagai pengurus mesjid membuka semua jendela, tapi tidak menyalakan kipas angin, entah karena ilmu yang kurang, atau salah informasi, maka anda akan menciptakan 2 masalah dan berpotensi di akhirat nanti menjadi terdakwa atas ketidaksengajaan menzalimi orang lain.  Pertama, pasti jamaah kepanasan. Kedua, dengan matinya kipas angin, udara tidak mengalir. Akibatnya kalau ada kuman, akan berputar di situ2 saja. Jadi makin parah.  Semoga kelak pengurus mesjid akan lebih rajin menambah ilmunya, karena tanpa ilmu, akan banyak orang teraniaya.

Double Standard of Terrorism

Orang Hindu di India bisa dengan bebas menganiaya bahkan sampai membunuh seorang muslim gara2 sapi. Tapi kalian tidak menyebut mereka TERORIS HINDU. Ketika Muslim melakukan pembalasan gara2 kalian mengolok2 Nabinya, kalian langsung bersuara keras dan keluarlah cap TERORIS MUSLIM kepada mereka.  Kenapa? Apa karena pada kasus pertama pelakunya kafir, dan korbannya muslim?  Otaaak mana otaaak?

Pemimpin Itu Gambaran Masyarakatnya

Kalau kamu merasa nilep 5000 perak atau ngambil gorengan 5 ngaku 3 itu wajar, kamu akan diberi pemimpin2 yang merasa korupsi 3 milyar itu wajar. Kalau kamu merasa buang sampah bungkus kerupuk sembarangan itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak peduli AMDAL. Kalau kamu merasa asik2 sama pacar di depan umum itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak menghargai perempuan. Kalau kamu merasa jalan melawan arus itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak peduli pada lubang di jalanan.  Jadi, ubahlah dirimu sendiri sebelum kau berharap mendapat pemimpin yang adil.

Ernest Prakasa Akhirnya Sadar Juga

Semakin ke sini, semakin banyak pendukung Jokowi yang menjadi SJW alias Social Justice Warrior. Termasuk para artis-artis dan komika-komika. Tujuannya bagus, idealisme tinggi, tampaknya mereka paham apa kesalahan yang sudah mereka lakukan sendiri. Salah memilih pemimpin. Untuk menjadi SJW ada yang melakukanya dengan extrem, contoh Najwa Shihab. Bagaimana caranya mempermalukan orang2 dari partai pendukung Jokowi, menyudutkan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, akhirnya dia dianggap sebagai pahlawan oleh rakyat kecil. Ada juga yang menempuhnya dengan cara kritis, tapi netral seperti Ernest Prakasa yang kita ketahui sebagai pendukung Jokowi, namun sekarang mencoba untuk mengkritik pemerintah.  Bagi penulis silakan saja kritik pemerintah, memang pemerintah kita bukan dewa yang sempurna, apalagi kalau sudah paham apa yang dikritisi dan yang lebih penting adalah paham apa yang pernah keluar dari mulut sendiri. Dilansir cnnindonesia.com Ernest berkata : "Buat gue secara personal, yang b...

Penampakan Asli KFC Yakiniku Rice