Banyak orang yang mencemooh temannya sendiri ketika melakukan ibadah atau berniat baik. Biasanya yang mencemooh adalah orang yang merasa lebih baik dari orang yang dicemooh.
Ketika orang itu shalat, muncul bisik2 : Padahal kerjaannya tiap hari keluyuran. Sudah keluar masuk penjara dll.
Ketika orang itu bersedekah, muncul bisik2 : Itu kan uang haram, dia kerja aja di bank, riba semua.
Demikianlah bagaimana orang sering mengejek mereka yang masih bergelimang dosa, tapi juga masih rajin beribadah. Seolah memang mereka yang pendosa tak boleh rajin ibadah.
Setelah membaca kisah Fudhail bin.....(lupa) dan almarhum UJE, saya sedikit tercerahkan.
Ketika seseorang masih terjebak dalam STMJ, sebetulnya mereka seperti seseorang yang meninggalkan rumah dengan membawa kuncinya. Mereka akan selalu kembali. Bahkan bukan tidak mungkin mereka suatu saat berubah menjadi orang yang betah di rumah (orang saleh).
Ketika seseorang mengerjakan maksiat, lalu meninggalkan ibadah, sesungguhnya mereka seperti seseorang yang meninggalkan rumah, kemudian membuang kuncinya di tengah hutan rimba atau ke dalam sungai. Mereka sulit kemungkinan akan kembali. Berat.
Tapi tentu yang terbaik adalah mereka yang bersabar menjauhi maksiat dan dosa.
Komentar
Posting Komentar