Langsung ke konten utama

Mati Demi Berhala

Ada begitu banyak berita yang muncul di media massa. Ada yang mati karena membela NKRI, si oknum tentara/polisi berniat menculik, menyiksa, bahkan membunuh seorang aktivis mahasiswa atau buruh. Alasannya karena "taat pada perintah atasan", "demi NKRI", "demi Merah Putih".

Ada tentara yang begitu emosi ketika korpsnya dihina. Teman saya yang PNS langsung naik pitam waktu saya membuat status tentang oknum di pulau saya (yg jelas beda pulau dengannya) .

Ada lagi siswa yang rela mati demi membela sekolahnya saat tawuran. Ada lagi geng motor yang gagah berani melawan geng lawan saat dihina.

Tapi kenapa kehilangan nyali ketika Al quran dihina? Padahal Merah Putih, NKRI, sekolah, geng, tidak sanggup memberikan rezeki bahkan satu helaan nafas pun.

Al quran diturunkan oleh Allah, tapi kenapa malah gamang untuk bertindak ketika ia dihina? Bukankah kematian karena membelanya lebih layak ketimbang membela berhala bernama NKRI, Merah Putih, korps, geng dan sejenisnya?

"Soalnya agama ga bisa sembarangan, bisa memicu konflik besar." Alasan yg biasanya.

Lha emang konflik antar geng tidak membahayakan keluarga anda? Teman sekelas anda?

Masih ingat kan kisah seorang mantan jagoan geng motor yang tobat karena sedih ketika tahu adiknya dibunuh geng lawan sebagai aksi balasan?


Dosa segunung bukankah lebih bagus kalau dikhatamkan dengan syahid? Lho kok malah memilih mati konyol untuk berhala?

"Syahid kan alasannya harus bener, gan?" Alasan lain.

Iya, tapi kayaknya ente gak sepanjang itu mikirnya waktu melayangkan serangan pada anak sekolah lawan. Kayaknya langkah kaki enteng banget waktu diperintah menciduk mahasiswa. Kayaknya bukti-bukti ngalir terus waktu kasusnya kriminalisasi ulama.

Ingat, belajarlah agama habis-habisan, supaya gerak kaki lebih yakin menjemput syahid. Bukan bunuh orang lho, tapi syahid. Bukan kematian orang kafir yang dikejar oleh seorang muslim itu. Tapi ajalnya sendiri, sehingga bisa segera berjumpa dengan penciptaNya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...