Entah pendukung calon gubernur ini tidak memahami kata "intimidasi" atau memang terjadi. Lucunya stasiun TV RAMES milik Chaerul Tanjung mengangkat isu intimidasi saat pencoblosan ini.
Rasanya hampir mustahil untuk mengintimidasi. Bagaimana tidak, anda sendirian di dalam kotak suara. Selesai mencoblos pun bisa pulang ke rumah anda masing2. Jadi meskipun di luar tps orang berkumpul sambil bawa senjata mengancam anda, di dalam kotak suara kan anda bebas. Lalu dimana pengaruh intimidasi tersebut? Kecuali anda tolol atau pengecut sekelas babi.
Andaipun hasilnya si calon kalah, pendukungnya yang ngumpul di luar tidak akan semudah itu mengamuk. Toh anda sudah berada di rumah. Rumah anda dikunci dan dindingnya pun beton. Andai pendukung Anies merusak rumah anda. Anda bisa lapor polisi. Kalau anda tidak tolol, tentu anda tahu kalau pihak berwajib akan dengan sangat senang hati mengusut kasus itu jika memang terjadi. Lalu mana intimidasinya?
Mudah2an si TV RAMES akan tetap mengikuti kasus ini dan membuktikan apakah ada kecurangan, atau hanya penduduk Jakarta yang otaknya setengah atau pengecut seperti babi.
Rasanya hampir mustahil untuk mengintimidasi. Bagaimana tidak, anda sendirian di dalam kotak suara. Selesai mencoblos pun bisa pulang ke rumah anda masing2. Jadi meskipun di luar tps orang berkumpul sambil bawa senjata mengancam anda, di dalam kotak suara kan anda bebas. Lalu dimana pengaruh intimidasi tersebut? Kecuali anda tolol atau pengecut sekelas babi.
Andaipun hasilnya si calon kalah, pendukungnya yang ngumpul di luar tidak akan semudah itu mengamuk. Toh anda sudah berada di rumah. Rumah anda dikunci dan dindingnya pun beton. Andai pendukung Anies merusak rumah anda. Anda bisa lapor polisi. Kalau anda tidak tolol, tentu anda tahu kalau pihak berwajib akan dengan sangat senang hati mengusut kasus itu jika memang terjadi. Lalu mana intimidasinya?
Mudah2an si TV RAMES akan tetap mengikuti kasus ini dan membuktikan apakah ada kecurangan, atau hanya penduduk Jakarta yang otaknya setengah atau pengecut seperti babi.
Komentar
Posting Komentar