Langsung ke konten utama
Jadi dokter yang 'lebih....' apa ya kata2 yg pas supaya ga dibilang sombong?

Hmmm...intinya ketika kita bisa menyelesaikan kasus yg tidak bisa dibereskan oleh dokter lain itu tidak selalu berakhir bahagia.

Saya pernah mendapatkan kasus seorang bapak yang gigi bawahnya harus menjalani proses pencabutan rumit yang disebut odontektomi.

Pasien : semua dokter di Berau ga ada yang bisa dok, dokter RSUD juga ga bisa.

Saya : insyaAllah bisa saya cabut pak. (Berdasarkan.....aliassecara.....sayamemang memahami teknik pencabutansatu ini)

Pasien : iya dicabut aja dok.(pasien senang)

Pencabutan pun berjalan lancar dan aman.

Adalagi pasien yang minta cabut, tp giginua masih sakit.

Pasien : emang gapapa dicabut gigi atas dok?

Saya : ga ada masalah pak.

Pencabutan pun berjalan lancar dan aman.

Tapi....jengjengjeng....
Beberapa hari kemudian saya dapat kabar dari pasien baru yg minta dicabut giginya. Dengan bangga dia bercerita

Pasien : saya tau dokter dari pak abdul.

Saya : ooo iya waktu itu saya cabut giginya.

Pasien : iya, katanya cuma dokter yang NEKAT nyabut giginya.

Saya : (perasaanbangga ambrolkarena 1 kata: NEKAT. Emangnya saya pemain debus, melakukan aksi cuma berbekal komatkamit?)

Beberapa bulan kemudian pasien kedua juga datang dan bertanya

Pasien : gigi atas saya ada yg sakit lagi dok.

Saya : wah harusdicabut juga pak (setelah diperiksa) .

Pasien : bisa dikasi obat aja ga dok?

Saya : kalo kondisinya udh kyk gitu sih malah parah nanti pak. Infeksinya bisa kemana2. Emang knp ga mau dicabut pak?

Pasien : soalnya habis dicabut kemarin sakit dok. Pas saya minum obat baru ilang sakitnya. Juga berdarah abis cabut.

Saya : (serasa mau ngampak si bapak. Sejak kapan orang habis cabut gigi ga ngerasa sakit tanpa minum obat? Sejak kapan pula cabut gigi itu tidak berdarah.....arrrrrghhhh......gedubrak gumprangdungdes) oh ya gapapa pak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Terbuka Ruslan Buton Untuk Joko Widodo

Kepada Yth. Saudara Ir. H .Joko Widodo. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, saya melihat tata kelola berbangsa dan bernegara yang begitu sulit dicerna akal sehat untuk dipahami oleh siapapun. Kebijakan-kebijakan saudara selalu melukai dan merugikan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Yang lebih menghawatirkan lagi adalah ancaman lepasnya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kami cintai ini. Suka atau tidak suka, di era kepimimpinan saudaralah semua menjadi kacau balau alias amburadul dalam segala hal. Entah karena ketidakmampuan saudara atau bisikan kelompok yang memiliki kepentingan yang tidak bisa saudara pahami atau mungkin karena saudara telah tersandra oleh kepentingan para elit politik. Disini saya tidak akan memaparkan kebijakan-kebijakan saudara yang lebih banyak merugikan ...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

3 Cara Mendisinfeksi Masker

Ahli medis merekomendasikan untuk mencuci masker setidaknya sekali sehari. Berikut adalah tiga metode untuk mendisinfeksi masker  secara efektif. 1. Bersihkan masker di mesin cuci Jika Anda memiliki mesin cuci, sebenarnya sudah cukup untuk membersihkan masker Anda. Pastikan untuk mencuci masker Anda setiap selesai digunakan. Pakailah kantong khusus seperti mencuci sepatu untuk melindungi elastisitasnya. Cuci masker Anda dengan deterjen cuci biasa dan bisa tambahlan  air panas juga. Selanjutnya, keringkan.. Metode yang sama juga berlaku untuk penutup wajah kain lainnya seperti bandana atau syal. 2. Bersihkan masker di wastafel Karena tidak memiliki akses ke mesin cuci, Anda juga dapat membersihkan masker kain di wastafel dapur Anda. Isi wastafel Anda dengan air panas dan sabun cuci piring. Biarkan masker wajah Anda terendam dalam air sabun panas selama setidaknya lima menit. Pastikan untuk mengeringkannya sampai benar2 kering sebelum memakainya. 3. Disinfeksi masker...