Langsung ke konten utama

alhamdulillah

Alhamdulillah ada orang2 yang parno sama covid19, jadinya jalanan sepi, perjalanan mulus. Padahal biasanya ojol2 dan pengemudi motor sakit jiwa sudah saling sikut dan salip dengan cara yang tak kalah gilanya. Giliran tabrakan baru nampilin tampang memelas demi iba pengendara lainnya. Sebelum tabrakan? Sombongnya Firaun mah lewaaaaaat.

Alhamdulillah Mal sepi, makan jadi ga takut tempatnya penuh. Ga takut juga dengan pengalaman makan diusir secara halus di Cirebln dulu. Lantaran pengunjung berikutnya pengen makan, dan mereka rombongan, saya yang sendirian terpaksa tahu diri dan beranjak segera setelah makan. Sekarang bisa makan dengan santai kayak di pantai.

Alhamdulillah Orang yang belanja juga lebih jaga jarak. Di kondisi biasa pasti pantat udah dicolek2 sama ibu yang ngantri di belakang. Tau aja si ibuk kalau kita jomblo. Tapi pas diliatin, ternyata dia sdh sama anak dan suaminya. Kok berani2nya istri orang nyolek2 pantat cowok lain terang2an di depan anak dan suaminya? Oh Indonesia. 

Alhamdulillah Ga ada lagi bapak2 yang batuk2 di belakang antrian karena ga bisa bilang "permisi". Soalnya kalau batuk semua orang langsung waspada. Kalau dulu mah jangankan batuk biasa, udah TBC aja masih belanja ke supermarket.

Bersama kesulitan, Allah datangkan kemudahan. Nikmat Allah yang mana lagi yang mau kau dustakan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...