Langsung ke konten utama

Sean Connery Bukan James Bond Pertama

Barry Nelson

Sean Connery biasanya disebut James Bond pertama. Tapi Barry Nelson memainkan peran 007 sekitar delapan tahun sebelum Dr. No 1962 menjadi hit layar lebar, dalam sebuah episode satu jam dari serial teleplay Amerika live bertajuk Climax!

Climax! adalah sebuah produksi berpola teater, diambil dengan tiga kamera atau lebih, dan disiarkan langsung. Ceritanya dibuat khusus untuk media televisi dan banyak diadaptasi dari sumber lain seperti pertunjukan panggung Broadway, film dan novel. Casino Royale, buku pertama Ian Fleming yang hampir tidak dikenal saat itu, diolah menjadi bahan tayangan di Climax!.

Saat itu banyak yang tidak menyadari bahwa ini adalah gambaran pertama Amerika terhadap James Bond dalam media gambar bergerak. Sorotan sebagian besar jatuh pada terobosan yang dilakukan oleh penulis Paddy Chayefsky dan Rod Serling, atau sutradara Sidney Lumet dan John Frankenheimer. Inilah sebenarnya mereka yang menulis sejarah, sebelum Fleming dan 007 mendapat kesempatan tampil di layar lebar.

Namun demikian ada beberapa perbedaan utama. Protagonis di Climax!, seperti yang diperankan oleh Nelson, disebut sebagai "Jimmy", bukan James Bond. Acara itu juga menampilkan Peter Lorre sebagai penjahat, Le Chiffre. 

Karena hak novel telah dijual kepada produser Gregory Ratoff untuk pertunjukan tersebut, Casino Royale tidak boleh dimasukkan dalam kesepakatan untuk produksi film dari novel karya Fleming yang kemudian disepakati oleh Albert Broccoli dan Harry Saltzman. 

Setelah kematian Ratoff, hak tersebut diteruskan kepada Charles K. Feldman, yang kemudian menghasilkan film satir Bond tahun 1967 dengan nama yang sama. Edisi Casino Royale ini menampilkan David Niven sebagai Bond, Woody Allen sebagai Jimmy Bond, dan Peter Sellers sebagai James Bond lainnya. Film tersebut dibuat oleh Columbia Pictures, yang kemudian diakuisisi Sony Pictures Entertainment.

MGM setuju untuk membayar $ 5 juta kepada Sony Pictures Entertainment pada tahun 1999 untuk memperkuat haknya atas seluruh waralaba Bond, serta untuk mendapatkan dari Sony hak atas Casino Royale. Itu membuka jalan bagi adaptasi baru pada tahun 2006, kali ini dengan Daniel Craig yang baru .

Bagaimana perasaan Nelson menjadi 007 pertama? “Saat itu, belum ada yang pernah mendengar tentang James Bond,” katanya kepada Cinema Retro pada 2004. “Saya menggaruk-garuk kepala bertanya-tanya bagaimana cara memainkannya. Saya belum pernah membaca buku itu atau semacamnya, karena tidak begitu terkenal. Bagian terburuknya adalah saya belajar bahwa itu harus dilakukan secara langsung. Saya pikir saya telah bosan dengan siaran langsung TV. Sebenarnya saya mencoba keluar dari situ. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

5 Juli

Nayla datang untuk kontrol terakhir sebelum pernikahannya. Ia mengenakan dress putih. Cantik sekali. Katanya, ia ingin senyum terbaik di hari bahagianya. “Terima kasih, Dok. Kamu selalu sabar.” Aku ingin memeluknya, atau sekadar bilang jangan pergi… Tapi aku hanya berkata, “Senyummu… sudah sempurna sejak pertama kali kamu datang, Nay.” Itu hari terakhir aku melihatnya secara langsung.

KFC atau McD atau A&W?

Sebetulnya masih banyak ayam2 lainnya. Tapi semuanya saya kerucutkan menjadi 3 merek di atas. Dari ketiganya, saya pilih A&W.  Dulu pertama kali nyoba A&W itu bareng sepupu. Pesan paket dengan rootbeer yang bikin sepupu nanya : Assep minum bir? Ya namanya rootbeer tp isinya bukan minuman haram itu. InsyaAllah ga memabukan. Kayak soda biasa aja. Maksudnya jenia minumannya. Kalau rasanya.....hmmm unik. Mungkin lantaran di booth fastfood lain sudah pakai cocacola atau pepsi yang rasanya hampir2 mirip, jadinya pas nyobain rootbeer A&W berasa beda banget.  A&W itu rasa ayamnya unik. Entah kenapa bumbunya yang beda dengan yang lain menjadikan rasa ayamnya lebih asik di lidah. Mau yg original atau pun yang hot alias lebih pedas tidak membosankan. Tapi ini berlaku di jawa saja ya. Saya trauma nyobain A&W kalimantan timur. Soalnya rasanya beda. Semua kenangan saya akan rasa A&W jadi rusak di sana. Kalau dari segi harga, memang lebih mahal dibanding yang lain. Ma...