Langsung ke konten utama

Jangan Mendadak Komunis

Ya, setiap tahun pasti ada fase ini. Ketika seluruh indonesia mendadak jadi komunis. Biasanya karena harga sembako naik. 

Ketika harga daging naik, seharusnya kita senang karena pasti banyak yg tertarik menggerakan ekonomi desa dg membuka peternakan. Indonesia banyak ternak, bisa ekspor.

Tapi kenyataannya, komunisme adalah paham mayoritas rakyat indonesia. Seketika mereka teriak kencang : PETERNAK HARUS DIBANTAI! Dengan cara apa? PEMERINTAH HARUS MENURUNKAN HARGA DAGING! Akhirnya dibukalah keran impor oleh pemerintah. Peternak bertumbangan, importir kaya makmur. Padahal tanpa makan daging setahun pun orang India bisa hidup. Apalagi ini, ketika harga cuma menunggu fase suplai dan demand stabil saja.

Begitu juga ketika harga bawang naik, telur naik, beras naik. Senada komunisnya. Minta semuanya dibantai oleh pemerintah. Impor, selesai.

Tapi lucunya kemudian, mereka pula yg teriak2 anti impor. Mereka pula yg dengki melihat importir kaya. Padahal mereka yg minta.

Sekarang dunia medis sedang banyak demand. Kebutuhan tinggi. Wajar kalau harga naik. Dan seperti biasa, mereka teriak lagi, membungkus komunisme di balik TIDAK MANUSIAWI! NYARI UNTUNG DARI KESULITAN ORANG!
Padahal ini semua hanya mekanisme pasar sesaat. Ketimbang teriak, mending bikin masker. Dengan banyaknya masker di pasaran, pasti harga turun. Ada yg nimbun? Sekuat apa sih mereka nimbun? Buktinya koh Steven saja sampai diintimidasi ketika menyebar masker murah. Artinya para penimbun tak punya kekuatan untuk menimbun selamanya.

Mungkin ada yg pernah dengar bahwa ketika seluruh kekayaan di dunia ini dibagikan, akan ada 20 persen yg menguasainya alias kaya, 80 persen yg rata2 dan miskin. Dan ketika si 20 persen tadi dipaksa menyerahkan hartanya ke 80 persen, dalam jangka waktu tertentu akan kembali seperti semula, pembagiannya. 20 persen kaya, 80 persen miskin.

Itu juga kemungkinan alasan Allah menuntun Rasulullah untuk menolak menetapkan harga barang ketika terjadi kenaikan harga. Rasulullah bukan komunis. Dan redaksi haditsnya juga sebetulnya terang benderang. Meskipun sebagian ulama kemudian melawannya dengan hadits KEBAIKAN PENGUASA yang sebetulnya sangat subyektif. Berbeda dengan hadits soal penolakan nabi atas penetapan harga barang tadi. Tapi ya tentu di masyarakat komunis tapi ngaku muslim ala indonesia, hadits pertama yg jelas, ditolak dg hadits kebaikan penguasa yg subyektif. Jadilah krisis ekonomi dimana2.

Kesimpulannya. Ketika kebutuhan medis sedang tinggi. Tidak usah emosi. Mereka sedang dagang. Wajar. Klo mau kemanusiaan, apa anda tidak memikirkan juga keluarga mereka? Toh nanti ketika pandemi selesai, mereka tak punya daya lagi kok. Terus gimana? Saat pandemi yg seharusnya mereka laris, bisa nabung, tidak sempat lagi karena pandemi sudah selesai. Mereka kesusahan, lalu KEMANUSIAAN anda tadi apakah sempat melirik mereka setelah pandemi? 

Semua akan menemukan titik keseimbangannya sendiri. Ketika stok banyak, harga akan ambruk dengan sendirinya. Ketika anda mendapati masker mahal, mungkin anda bisa jadi produsen baru. Menambah suplai di pasaran. Atau minimal doakan tetangga, teman, kerabat yg memutuskan terjun menjadi produsen baru.

Wallahu'alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa yang Membuat Anda Ketagihan Makan French Fries McDonald's?

French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon  juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak).  Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's.  Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda.  Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya.  Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari  rasa penggor...

Tukang Bid'ah

Seorang ulama di Youtube mengeluarkan kata2 "suka membid'ah2kan orang" untuk merujuk pada salah satu kelompok Islam. Saya lalu terpikir : kenapa? Setelah menonton beberapa video yang ada kata "bid'ah"nya saya heran. Tidak ada kelompok islam yang menuduh kelompok lain melakukan bid'ah. Yang ada beberapa ulama yang MEMBUKTIKAN bahwa beberapa ibadah yang dilakukan oleh kelompok lain tergolong bid'ah. Sementara "ulama bid'ah" tidak pernah berniat membuktikan bahwa mereka tidak melakukan bid'ah. Adanya hanya melakukan counter dengan menuduh pihak anti bid'ah sebagai "suka membid'ah2kan orang" untuk mengesankan ulama anti bid'ah sebagai pihak yg jahat, minimal ceroboh dengan menyematkan kata "suka" tadi. Dengan kata lain, mereka memang tidak punya dalil keislaman untuk membela ibadah rekaan yang mereka jalani. Inilah yg merusak Islam. Ketika si salah tidak mau dibilang salah, tapi juga tidak bisa mem...

Poltergeist

Ramadhan 2017, aku pulang kampung ke Jorong Kampuang Ateh setelah lima tahun mondok di pesantren di Jawa Tengah. Suasana kampung Minang biasanya semarak: beduk sahur, petasan anak-anak, suara tadarus dari surau, dan aroma lamang di dapur-dapur warga. Tapi kali ini, semuanya sunyi. Jalan ke Surau Imam Bonjol—yang biasanya tak pernah sepi—kini gelap dan ditinggalkan. Orang-orang memilih shalat di rumah. Anak-anak tak lagi berani mengaji selepas Maghrib. Kakekku, Datuak Sati, seorang ninik mamak yang dituakan di kampung, hanya menggeleng saat aku tanya penyebabnya. Namun ketika aku bertanya ke Pak Caniago, muadzin surau, barulah aku dengar cerita sesungguhnya. “Makhluk itu muncul sejak sebelum Ramadhan. Hitam, tinggi, mato merah... duduk di cabang pohon waru di jalan sawah. Ndakdo urang nan ka surau malam-malam. Yang berani, jatuh sakit atau hilang akal.” Cerita itu tak membuatku gentar, malah hatiku bergolak. Surau adalah rumah Allah. Kalau warga takut lewat jalan itu, berarti ada yang s...