Camilan asin ini ditemukan pada tahun 1853 oleh seorang pria bernama George Crum.
Crum adalah seorang koki di Moon Lake Lodge Resort yang megah di Saratoga Springs, New York.
Kentang goreng adalah daya tarik yang populer di restoran. Tetapi salah satu pelanggan mengeluh bahwa kentang gorengnya terlalu tebal.
Ketika Crum menghasilkan potongan yang lebih tipis, pelanggan yang cerewet sekali lagi memprotes lebar dan tekstur kentang hasil penggorengannya.
Pada upaya ketiganya, Crum dengan sengaja membuat kentang goreng yang terlalu tipis dan renyah, dan tidak bisa dimakan dengan garpu, dalam upaya untuk menyiksa pelanggan yang rewel ini.
Pelanggan itu secara mengejutkan senang dengan hasilnya dan Crum menyadari bahwa dia memiliki sesuatu yang istimewa di tangannya.
Crum menyebut karyanya yang renyah itu sebagai "Keripik Saratoga,", yang ditawarkan di restoran-restoran di pantai timur dan akhirnya masuk ke toko kelontong pada tahun 1895.
French Fries Untuk membuat kentang goreng atau French Fries McDonald's, kentang segar dicuci, dikupas, dipotong, dan direbus di pabrik. Konon juga ditambahkan bahan kimia untuk menjaga kentang tetap berwarna kuning muda (tapi itu bukan rahasia di balik rasanya yang enak). Setelah itu, kentang yang sudah terpotong digoreng kurang dari satu menit sebelum dibekukan dan dikirim ke gerai2 McDonald's. Di restoran, potongan kentang beku itu digoreng dengan minyak dan garam sebelum dihidangkan untuk Anda. Itu semua terdengar cukup standar, jadi mengapa kentang mereka sangat nikmat? Semuanya berawal pada 1950-an ketika perusahaan penyedia minyak nabati McDonald's tidak mampu membeli peralatan yang dibutuhkan untuk menghidrogenasi minyak, yang akan memperpanjang keawetannya. Jadi pemasok memilih campuran minyak dan lemak sapi sebagai gantinya. Seiring waktu, McDonald's dan kedai makanan cepat saji lainnya menjadikan lemak hewani sebagai bagian dari rasa penggor...
Komentar
Posting Komentar