Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Butuh IQ Tinggi Untuk Memahami Fenomena Ini

Menghina presiden dan bendera saja bisa berujung persekusi, kecaman dan bahkan penjara. Lalu kenapa menghina Muhammad SAW dan Alquran, tampak biasa? Ketika kalian diserang oleh muslim, lalu kalian membalas dengan menghina Allah, Muhammad SAW, atau Alquran, pantas. Tapi kalau justru kalian yang mengirim tentara ke Timur Tengah, mengadu domba antar muslim, membunuh wanita dan anak2 dengan rudal, demi mengacaukan harga minyak, lalu kenapa muslim tak boleh membenci kalian? Korban serangan WTC beberapa ribu orang, tapi bandingkan dengan korban sipil serangan Amerika ke Timur Tengah, tembus 800 ribu jiwa. Kalian bilang Palestina kejam, menyandera atlet Israel di Olympiade Munich, tapi kalian lupa, sudah berapa orang Palestina yang dibunuh Israel secara diam-diam di seluruh dunia. Sekarang kalian bakar Al quran, padahal rasanya tak pernah ada aksi bakar gospel di negara muslim. Lalu kalian menganggap kalau muslim marah, itu tidak pantas? Kalian bikin kartun Muhammad, padahal Islam sudah melar...

Masyarakat +62 Mencla Mencle

Kalau Pertamina naikin harga bensin demi meningkatkan profit, masyarakat pada emosi. Bahkan ada pejabat yang sampai menuntut harga bensin di seluruh Indonesia satu harga. Padahal kan medan pengirimannya juga beda, dari segi jarak dan biaya. Sekarang pertamina rugi, semuanya mencemooh, seolah2 tidak pernah minta subsidi gas melon. Subsidi ini, subsidi itu, mana ada perusahaan yang bisa untung besar kalau dibebani dengan subsidi pelanggan terus. 

Motor Menghalangi Ambulance

Sudah 2 kasus mobil menghalangi ambulance yang saya baca di berita online. Sampai akhirnya melihat sendiri salah satu ambulance lewat di depan mata.  Ada motor yang tat tet tot ga jelas di depannya. Kesannya memang membuka jalan. Tapi kalau melihat jarak antara si pengendara motor dan ambulance, lebih tepatnya si motor menghalangi sopir ambulance untuk melaju maksimal. Kembali ke kasus mobil tadi, sepertinya ini serupa. Tapi isi hati/niat tak ada yang tahu kecuali si pengemudi sendiri. Apalagi setelah melihat tulisan di rompi salah satu pengemudi motor yang sempat berada di depan saya di lampu merah. Tulisannya "PENGAWAL AMBULANCE". Saya sendiri bertanya2 apakah betul ada pengawal ambulance?  Jadi mungkin kalau niatnya baik, si pengemudi mobil bukan berniat menghalangi, tapi dia juga berniat "MENGAWAL" si ambulance sampai ke RS yang dituju. Hanya saja apa daya, dia tak berani, atau tak mampu melaju lebih cepat lagi, sehingga justru jadinya menghalangi laju ambulance...

Apa Maksud Google Soal Tinggi Badan Presiden

Setelah melihat foto Soekarno, Soeharto dan AH. Nasution dalam satu frame, saya jadi penasaran dengan tinggi badan ketiganya. Di foto itu terlihat pak Harto adalah yang paling tinggi. Tapi waktu search google, pak Harto jadi paling pendek.  Kenapa google? 

9 Tanda Tubuh Anda Tidak Baik2 Saja

Meskipun Anda mengaku menjalani hidup yang sehat, itu tidak cukup. Ada berbagai tanda yang menunjukan bahwa tubuh Anda mungkin membutuhkan nutrisi yang lebih baik, lebih sedikit stres, atau lebih banyak tidur. 1. Anda linglung Anda merasa sudah mendapatkan istirahat malam yang baik. Tapi Anda bangun dengan perasaan doyong, lunglai, dan Anda berjalan keluar rumah tanpa membawa dompet. Jangan hanya menganggap pikun sebagai gejala karena penuaan. Di dunia kedokteran ini disebut juga sebagai brain fog atau kabut otak yang dikaitkan dengan hal-hal seperti kurang tidur dan stres. Tapi kabut otak juga bisa menjadi indikasi sesuatu yang lebih serius, seperti ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada masalah kognitif, misalnya. Khususnya bagi wanita, penyimpangan berfikir dapat mengindikasikan tiroid yang tidak berfungsi. Pertimbangkanlah untuk melakukan tes darah komprehensif yang mengukur semua hormon dan indikator di tubuh Anda, untuk menentukan akar penyebab kabut otak Anda. ...

Pesan Terselubung Iklan Kecap ABC

Awal nonton sih kesannya soal emansipasi wanita. Tapi lalu saya dengarkan lagi omongan si anak, kesannya justru jadi ajakan dari ABC agar orangtua fokus pada kerja kerja dan kerja. Ayah Ibu harus dan wajib bekerja di kantor. Pulangnya pun keduanya harus sibuk di dapur. Akhirnya setelah makan? Mereka sibuk istirahat. Akibatnya? Anak2 tak punya teman ngobrol.  Siang orangtua dua2nya kerja, pulang kerja langsung masak. Kebayang kan jam kerja itu dari berapa ke berapa? Belum lagi macetnya di jalan. Mustahil mereka bisa meladeni anak jika harus masak dulu setelah pulang kerja. Sungguh pesan yang bijak dari ABC. Apakah benar demikian?

Dokternya Pakai APD gak?

Logika sederhananya, pasien positif corona datang ke RS, sempat memegang berbagai benda di RS, sempat menempelkan bahu atau badan di RS...........dokter giginya? Aman karena pakai APD. Tapi pasien berikutnya?  Dokter giginya pakai APD sekali pakai, langsung ganti kok. Berarti ruang ganti terkontaminasi lagi. Lalu bagaimana dengan ruang lain yang sudah berinteraksi dengan pasien positif corona tadi? Ruang giginya sudah didisinfeksi lagi selama 1 jam. Bagaimana ruang tunggu? Ruang obat? Ruang lain yg terpapar pasien positif corona tadi? Jadi, berfikirlah bahwa anda terinfeksi covid19 setiap akan datang ke dokter, dan bagaimana caranya agar orang lain tidak tertular. Bukan bertanya apakah dokternya pakai APD atau tidak.