Langsung ke konten utama

Postingan

Kelakuan pasien yang menjengkelkan pasti ada saja. Hal paling sering adalah ketika sampai di pertanyaan : 'sejak kapan sakitnya pak?' Wah, sudah lama dok. 'Iya berapa lama pak?' Lama betul dok. Waktu itu begini blablabla.... 'Berapa lama itu pak?' 5 tahun dok. Masih untung yg jawab tahunan. Kadang yg dimaksud lama itu baru 1 bulan. Pengen nabok rasanya biar otak si pasien bisa muter lebih cepat dan mengungkapkan lama sakitnya. Ada lagi pasien yg suka ngatur. 'Ini nanti suntiknya 1 ampul saja y dok.' Kata seorang pasien yg minta dicabut giginya. Iya pak, jadi ga boleh lebih dari 1 ampul ya?
Orang beragama itu merusak bahasa. Mohon maaf dengan judulnya. Tetapi maksud saya orang2 yg menganut agama tertentu punya kultur yg membuat tata bahasa Indonesia terpengaruh, dalam arti buruk. Orang Islam menyumbang kesalahan dalam bentuk huruf2 atau suku kata unik. Saya sendiri baru tahu kalau tidak boleh ada sh pada kata shalat, dz pada dzikir, ts pada tsanawiyah dan mungkin ada kata lainnya. Sementara orang non muslim menyumbang kerusakan dalam kesalahan pemberian imbuhan. Mana ada kata BERTUMBUH yang ada itu TUMBUH. Mana ada kata KEBANGUNAN, yang ada itu KEBANGKITAN. 
Nasionalisme ala anak2 dugem dan alay. Ribut2 soal salah satu ormas yg tidak mau mencantumkan Pancasila sebagai dasarnya mencuatkan kata NASIONALISME. Demikian pula dengan pola penampilan beberapa orang Indonesia yg dibilang kearab2an. Anak2 dugem dan alay berikut cabe2an kemudian protes : 'Itu tidak nasionalis! Akhirnya ngaji pun diubah menjadi berirama 'indonesia', persis menyerempet kebijakan Atta Turk di Turki dulu yg mengubah azan k dalam bahasa Turki. Alhamdulillah Indonesia selamat karena kasih sayang Allah dan irama 'indonesia' itu gagal menyesatkan umat. Tapi media sosial yg diisi anak dugem, alay dan cabe2an terus saja meneriakan nasionalisme. Padahal rusaknya isi otak mereka tidak akan bisa memahami kata2 seberat NASIONALISME. Hal ini terbukti ketika mereka santai saja menanggapi salah satu artis Indonesia yg pindah kewarganegaraan menjadi warga Perancis. Malah memuja2nya. Padahal kalau memang mereka paham NASIONALISME, pastilah menganggap meng...
Semua kerusakan di muka bumi karena tangan manusia sendiri. Itu yg tertulis dalam Al quran. Tapi ternyata kerusakan atau kesusahan dalam hidup manusia juga disebabkan tangan atau kelakuan mereka sendiri. Yg paling hangat, ojek online. Bukankah asalnya angkot yg sering ngetem dan tidak aman? Bukankah gara2 ojek pangkalan berisi orang2 angkuh yg tidak mau menjemput pelanggan dan bertarif mahal? Menjamurnya pasar swalayan dan minimarket. Bukankah karena kesombongan toko2 tradisional untuk tidak membersihkan dan merapikan tokonya? Bukankah karena toko tradisional lah yg biasanya jadi sarang pengoplosan atau produk palsu? Berhentilah menyalahkan orang lain sebelum mrmperbaiki diri sendiri. Larangan rokok. Bukankah gara2 perokok tidak menahan dirinya untuk MENGEPULKAN asap ke arah manusia lainnya dengan angkuhnya?
kirimkan 1 jenis makanan ringan favorit anda (syarat & ketentuan berlaku) berikut ulasannya beserta data diri lengkap ke alamat : Dokter Gigi Assep, Apotek Sangkakala, Jl. Durian 2, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Sebelum 1 Desember 2017. Ulasan terbaik akan mendapatkan uang tunai 1 juta rupiah. Persyaratan : Makanan halal Kering Belum kadaluarsa Kemasan masih rapi dan tertutup rapat
Klinik berhantu. Tempat praktek saya yg lama berada di lantai 2 sebuah apotek. Di lantai itu ada beberapa ruangan. Tapi hanya 2 yg berisi. Saya dan satunya bisnis MLM si empunya tempat. Seiring waktu berjalan si kantor MLM minus kegiatan. Jadi hanya 1 atau 2 hari dalam setahun ada org yg datang. Jadilah saya dan asisten menjadi satu2nya manusia yg beraktivitas di lantai itu.  Satu hari asisten saya yg percaya mistis merasa ada yg aneh di ruang tunggu. Katanya sih aneh aja gitu, merinding. Eh kakaknya di rumah menambah serius misteri itu dengan mengatakan ada cewek yg suka duduk di tangganya. Makin serius lagi karena saya bermimpi ada cewek di tangga k lantai 2 yg duduk2 sambil ketawa2 melihat saya. Beberapa bulan setelah si asisten lengser, pasien saya yg sedang menunggu di ruang tunggu ketakutan. Katanya ADA SESUATU.  Jadilah asisten saya pun ketakutan. Syukurlah sampai meninggalkan apotek itu kami masih sehat wal afiat. Tapi ternyata hanya sementara. ...
Ibu R menjadi pasien terakhir saya hari ini. Gigi atas kirinya dirawat sehingga harus datang berulang. Ini sudah pertemuan ketiga. Saya : kalau sakit angkat tangan kiri y buk. Saya memulai melepas tambalan sementara di giginya. Saat lebih dalam si ibu teriak. Saya : kenapa buk? Sakit? Ibu R : enggak dok, cuma takut aja Dalam hati saya sedikit kesal. Tapi proses perawatan saya lanjutkan kembali. Kali ini si ibu kembali berteriak. Ibu R : sakit dok. Saya : dibius aja y buk? Maksud saya agar saluran akar si pasien bisa diutakatik tanpa merasa sakit seperti saat ini, apalagi ini sudah kunjungan k 3. Pada kunjungan k 2 sebetulnya sudah ditawarkan, tp si ibu menolak karena takut disuntik. Ibu R : abis ini diapakan lagi dok? Saya kemudian menjelaskan. Ibu R : ini rawat saraf atau saluran akar dok? Saya menjawab, meski ibu R blm duduk pada posisi semula untuk dilakukan perawatan. Ibu R : dl saya pernah dirawat saluran akar di kota A, tapi dokternya pakai jarum2 diputar...