Tidak ada yang namanya "batas aman" dalam urusan minuman keras. Hal ini dicetuskan oleh hasil sebuah penelitian terbaru. Jadi ingat "Kokoh" di Berau yang dulu sempat bilang ke saya kalau Bibel, bukan Injil, mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam minum alkohol, jangan sampai mabuk, begitu ngelesnya. Kalau sudah baca artikel ini, semoga Kokoh bisa berfikir ulang dan mungkin memutuskan jadi mualaf, karena ternyata penelitian terbaru ini sejalan dengan ajaran Islam, yaitu meskipun sedikit, yang haram itu dilarang. Tapi itu dalam Islam ya Koh hehehehe. Dalam sebuah studi observasional, para peneliti dari Universitas Oxford mempelajari hubungan antara asupan alkohol yang dikonsumsi oleh sekitar 25.000 orang di Inggris, dan hasil pemindaian pada otak mereka. Para peneliti mencatat bahwa minum minuman keras memiliki efek pada grey matters otak. Yaitu wilayah di otak yang membentuk "bagian penting tempat informasi diproses," menurut penulis utama Anya ...
Tulisan-tulisan Dokter Assep ada di sini.