Langsung ke konten utama

Postingan

Perbedaan Percaya Diri, Bangga, dan Hormat

 Ada beberapa istilah yang kerap tertukar dengan harga diri. Istilah ini sering muncul di dalam buku-buku dan membuat bingung. Istilah tersebut adalah rasa percaya diri, rasa bangga dan rasa hormat pada diri sendiri. Rasa percaya diri merupakan perbandingan antara kemampuan diri dan tingkat kesulitan tugas. Jika kemampuan dinilai tinggi dan tingkat kesulitannya rendah, rasa percaya diri akan meningkat dengan sendirinya. Sebaliknya, jika kemampuan dinilai pas-pasan dan tingkat kesulitan tugasnya terlihat tinggi maka rasa percaya diri akan menurun. Rasa bangga terhadap diri sendiri timbul ketika kemampuan diri dinilai terlalu tinggi atau tingkat kesulitan tugas dipandang terlalu rendah. Sebuah bentuk kepercayaan diri yang berlebihan akibat penilaian yang tidak rasional. Rasa hormat pada diri sendiri merujuk pada emosi yang terkait dengan harga diri. harga diri adalah pikiran atau jawaban tentang bagaimana kita menilai diri sendiri, sedangkan emosi yang mendampinginya disebut rasa hor...

Tiga Pilar Dasar Harga Diri

 Setiap orang memiliki pandangan tersendiri mengenai makna harga diri. Tapi, ada tiga pilar dasar dalam harga diri, yaitu rasa kebermanfaatan diri, kontrol diri dan rasa aman. Kebermanfaatan diri adalah seberapa besar kita merasa bermanfaat. Masyarakat kita menekankan pilar ini secara berlebihan. Kita pasti akan dihargai apabila memiliki pekerjaan yang terpandang atau kemampuan kita diakui di tempat kerja. Kontrol diri berarti kemampuan untuk melakukan sesuatu sesuai kemauan. Harga diri akan tinggi jika hal ini terpenuhi. Seorang lulusan sekolah ternama - yang dipandang langka - akan dianggap lebih terhormat dan berharga. Padahal, ada juga orang yang merasa lebih rendah daripada mereka yang tumbuh dan berlarian dengan bebas di desa. Ini terjadi ketika dia merasa tidak memiliki kontrol terhadap hidupnya sendiri. Rasa aman merupakan dasar dari harga diri. Ada orang-orang yang merasa puas walaupun tidak memiliki apa-apa. Mereka mampu merasa nyaman dan aman. Sementara, orang yang masih...

Ular Falak

Membaca atau menonton medsos memang perlu banyak berpikir. Jangan ditelan mentah2. Salah satunya tentang ular falak.  Ular ini diceritakan di medsos sebagai makhluk yg amat tangguh, kuat, ganas, menakutkan. Hewan ini tidak takut pada apapun, selain Allah.  Sampai di situ, org yg mabuk agama, alias beragama tanpa mikir, akan langsung jatuh cinta pada definisi itu. Tapi cobalah mencari tau lebih dalam lagi sebelum percaya.  Ternyata ular ini adalah karya fiksi dari SERIBU SATU MALAM. Ular ini digambarkan bisa menelan seluruh bumi dan 6 neraka. Sampai di sini anda yg punya logika tentu harusnya istighfar dan bersyukur donk. Karena rasanya deskripsi itu terlalu lebay.  Sama lebaynya seperti cerita fiksi ketika Rasulullah memotong jubahnya demi kucing yg tidur.  Jd, cerdaslah dalam membaca medsos. 

Padien Cerdas

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, ketemu juga pasien cerdas.  Seorang pasien tidak cerdas pernah mampir di page klinik saya dan meninggalkan review berikut penilaian buruk. "Udah giginya sakit banget, ga DITINDAK lagi....." kurang lebih BERNADA seperti itulah komentarnya.  Tentu saja komentar itu menarik perhatian saya. Saya dokter gigi yg justru sangat banyak melakukan tindakan. Eh ini malah dibilang tidak mau melakukan tindakan pada pasien. Ada apa dengan org ini? Itu yg ada di pikiran saya.  Saya coba ingat2 lagi. Ternyata sering mengalami, pasien NGOTOT minta DIOBATI dulu, sebelum dicabut. Berkali2 pula saya MEMBALIKAN tuduhan mereka bahwa saya yg MEWAJIBKAN minum obat dulu sebelum pencabutan. Berkali2 pula saya menyadari bahwa mereka minta giginya DIBERSIHKAN dulu pada pertemuan itu. Dan akhirnya pasien cerdas ini datang dan mengeluarkan kesimpulan: "Kalau memang mau dicabut, kenapa gigi saya harus dimatikan syaraf dulu? Cabut mah cabut aja! Gitu juga dalam fik...

Kodrat Ibu2 Memang Melawan Aturan

Tiba2 lewat fyp saya soal aturan warisan dalam Islam. Ibu2 dapat 1 bagian sedangkan bapak2 dapat 2 bagian. Ustadz Khalid kemudian memberikan penjelasan kenapa.  Ya, bukan rahasia lagi klo banyak wanita yg protes soal pembagian ini. Apalagi feminis. Tapi bukan cuma ini. Dulu di Puskesmas Gunung Tabur, Kabupaten Berau, awalnya sy dapat bagian honor BPJS rata2 2,5 jt per bulan. Tiba2 turun jadi 1,5 jt per bulan. Usut punya usut, GOSIPnya, uang bpjs sy diturunkan karena pasien gigi sedikit. Entah benar atau tidak wallahualam. Padahal aturan dari bpjsnya pembagian uang bpjs itu bukan berdasarkan brp pasien yg masuk ruangan, tp berdasarkan persentase jumlah peserta bpjs di puskesmas itu. Ada lagi ketika bidan dan perawat magang diputuskan untuk diberi honor dari pemotongan uang bpjs tenaga kesehatan lainnya. Padahal pegawai magang itu sudah bikin perjanjian untuk tidak digaji selama magang. Sifat kerja mereka sukarela, bukan dipaksa, atau diperbudak.  Tapi itulah ibu2. Mereka senang...

Tambah Tua, Tambah Menahan Diri, Tambah Sabar

Kata orang sih begitu. Tapi setelah mencapai usia ini, sy tidak merasa demikian.  Maksudnya, yang saya rasakan bukanlah tambah sabar, tetapi makin banyak pengalaman, makin tahu mana yg harus ditanggapi, mana yg harus diabaikan. Mana yg kalau ditanggapi, dia makin jadi, mana yg tidak. Mana yg nyari masalah, mana yg betul2 punya masalah. So, saran buat yg masih muda, klo ingin hidup stabil, tinggalah di satu tempat untuk waktu yg lama. Loh kita kan harus liat dunia luar jg? Iya, silakan jalan2, liburan ke kota lain, negara lain, tp tetap alamat tinggal, kembali, di satu rumah yg sama.  Kenapa stabil? Karena dengan tinggal di satu tempat dalam waktu yg lama, anda akan menemukan masalah, dan dengan tetap di sana, anda akan belajar bagaimana caranya mengatasinya. Tapi tentunya itu butuh waktu untuk mempelajarinya.  Itu sebabnya orang yg sudah berumur tampak lbh bisa mengendalikan diri. Padahal bukan, dia tetap akan reaktif klo menghadapi masalah baru. Tapi klo yg datang masala...