Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Ngomentarin Meme Si Om Tentang Bom Paris

Lha yang bilang orang Islam ga marah kalau simbol2nya dicatut ISIS itu sopo tho Lek? Turki udah nangkepin ribuan tersangka anggota ISIS, emang sampeyan pikir itu artinya apa? Coba dengarkan pendapat2 ulama di seluruh dunia tentang ISIS, rata2 mendukung apa enggak? Hamas yang lagi sibuk melawan penjajah Israel tapi masih sempat nyerang ISIS itu artinya apa ya? Mau ngomong di Indonesia? Lha orang Islam teriak2 protes soal syiah dan Ahmadiyah yang mencatut nama Islam aja sampeyan yang ga suka (plin plan bapak ini), giliran ISIS malah sampeyan yang minta orang Islam protes, plin plan. Bagaimana mungkin sampeyan mengharapkan umat Islam di Indonesia atau seluruh dunia akan bereaksi seperti yang sampeyan harapkan ketika Paris diguncang aksi teroris ISIS. Toh ISIS sudah sejak awal dicurigai oleh sebagian besar ulama sebagai kamuflase AS, ISRAEL dan INGGRIS karena taktik mereka menyerang Afghanistan justru tidak berhasil dan malah membuat citra mereka sendiri menjadi buruk. ISIS diharapk...

Pilihan Juri atau Pilihan Penonton

Banyak yang ngeluh soal acara idol2an yang muncul di TV. Suara sumbang soal pilihan penonton yang cuma melihat tingkat kemiskinan peserta. Lucunya mereka yang protes justru yang mendukung pemilihan langsung presiden dan kepala daerah. Mereka udah tau rakyat milih dengan sudut pandang yg kurang tepat, eh tapi lain di TV lain di politik. Tapi bukan itu yang menarik perhatian saya. Melainkan acara kompetisi2 ini. Ketika Artika Sari menjadi Putri Indonesia pertama yang berhasil menembus 15 besar terasa ada yang janggal. Itu keikutsertaan Indonesia pertama kali di Miss Universe, setelah sekian lama dianggap miring. Artika Sari juga bukan peserta dengan "body" 15 besar, sepanjang sejarah Miss Universe, bisa dicek. Kecerdasan? Jawaban2 Artika tidak ada yang istimewa. Bukan tidak mungkin semua terjadi karena juri2 Miss Universe ingin Indonesia ikut lagi dan lagi dalam kompetisi ini. Dieluslah sedikit dengan titel 15 besar, padahal ga ada yang istimewa. Eh ketika Masterchef US...

Masalah Itu Gara2 Ulah Manusia Sendiri

Judul artikel ini merujuk pada ayat Al Quran. Tapi kenyataannya memang demikian. Beberapa masalah yang akhir2 ini diributkan orang justru penyebabnya mereka sendiri. Maraknya begal dan pembunuhan. Lah udah disuruh hukum potong tangan, hukum mati jika si begal membunuh, dilakukan di depan umum supaya ada efek jera, eh malah ga dikerjakan. Jadilah begal2 itu residivis kambuhan. Bukannya masyarakat yang dilindungi, justru si begal yang terlindungi dari hukuman berat. Susahnya cari tanah kuburan. Lah udah dibilang sama Rasulullah kuburan seorang muslim itu cuma tanah aja, ga pake pertanda apa2, apalagi sampai dibikinin nisan+bangunan di atasnya. Tapi ya kok tetap pada ngeyel? Pembangunan tidak merata. Lah udah dibilang bikin bangunan atau rumah ga boleh menghalangi matahari ke rumah tetangga, ini malah berlomba bangun pencakar langit. Jadinya? Ya numpuk di Jakarta. Mau ngeluh banjir? Macet? Ngeyel sih. Pelecehen seksual merajalela. Lah udah diajarin syarat nikah itu suka sama ...

Shalat Terus Maksiat Jalan, STMJ

Banyak orang yang mencemooh temannya sendiri ketika melakukan ibadah atau berniat baik. Biasanya yang mencemooh adalah orang yang merasa lebih baik dari orang yang dicemooh. Ketika orang itu shalat, muncul bisik2 : Padahal kerjaannya tiap hari keluyuran. Sudah keluar masuk penjara dll. Ketika orang itu bersedekah, muncul bisik2 : Itu kan uang haram, dia kerja aja di bank, riba semua. Demikianlah bagaimana orang sering mengejek mereka yang masih bergelimang dosa, tapi juga masih rajin beribadah. Seolah memang mereka yang pendosa tak boleh rajin ibadah.  Setelah membaca kisah Fudhail bin.....(lupa) dan almarhum UJE, saya sedikit tercerahkan.  Ketika seseorang masih terjebak dalam STMJ, sebetulnya mereka seperti seseorang yang meninggalkan rumah dengan membawa kuncinya. Mereka akan selalu kembali. Bahkan bukan tidak mungkin mereka suatu saat berubah menjadi orang yang betah di rumah (orang saleh). Ketika seseorang mengerjakan maksiat, lalu meninggalkan iba...

Label Halal atau Label Haram?

Menjadi muslim itu gampang, tapi menjadi dipersulit oleh saudara2 kita sendiri sesama muslim. Saya tergelitik dengan masalah ini ketika ada salah satu netizen yang memposting gambar salah satu warung kaki lima di Bali yang mencantumkan kata HARAM di gerobaknya. Ya memang makanan yang dia jual terbuat dari daging babi. Eh ternyata ada juga muslim yang menjual kosmetika halal. Halalnya ternyata dititikberatkan pada ketiadaan alkohol, zat yang setahu saya tidak pernah diharamkan dalam Islam. Khamar atau tuak memang diharamkan dalam Islam, yaitu minuman hasil fermentasi sari buah. Sedangkan alkohol adalah zat yang sudah pasti, niscaya, wajar ada dalam setiap buah2an. Makanya banyak ustadz yang ilmunya ala kadarnya tidak bisa menjawab kenapa buah2an tidak diharamkan, padahal kandungan alkoholnya jauh lebih tinggi dari kebanyakan minuman keras yang dijual di toko swalayan. Eh ternyata ada isu juga bahwa sebuah perusahaan roti tidak memperpanjang sertifikasi halalnya karena merasa dipe...

Rossi Tidak Bersalah?

Saya fans Marquez, tapi pernyataan salah satu pimpinan tim Honda membuat saya berubah fikiran tentang insiden Sepang. Keterangan pak bos ini bahwa data elektronik menyatakan bahwa roda depan motor Marquez terkunci alias ngerem. Saya konfirmasi dengan pernyataan Rossi bahwa kakinya justru bergerak karena menghindari setang motor marquez. Sebagai pengendara motor kita semua tahu bahwa roda depan itu remnya di setang Kanan. Pengereman, atau terkuncinya roda depan, bisa terjadi tentu karena rem di setang kanan diaktifkan. Bisa karena sengaja oleh tangan pengendara, atau tangan kanan pengendara terbentur sesuatu, karena BERKENDARA TERLALU DEKAT DENGAN OBJEK LAIN. objek lain di sini ya tentunya kaki Rossi. Jadi karena ini keterangan resmi tim honda, saya rasa bisa dipakai sebagai bukti bahwa Rossi memang tidak bersalah karena menendang. Dia cuma bersalah karena berusaha terlalu melebar dan mendesak Marquez pinggir.

Gampangnya Merusak Nama Baik

Kasus seorang DANDIM dan artis senior di salah satu hotel sungguh menyadarkan saya betapa indahnya berislam. Ya. Sang Dandim kalau tidak salah dengar langsung dicopot Dari jabatannya. Betapa kejamnya akibat dari sebuah fitnah. "Lah kok dokter enak betul ngomong kasus itu fitnah?" Ya dalam agama yang saya anut, terutama hukum pidananya, setahu saya tidak sembarang orang bisa menuduh orang lain dengan semena2. Apalagi tuduhan selingkuh. Setidaknya harus ada 4 org saksi yang melihat tersangka berselingkuh. 'Melihat' pun artinya melihat penis melakukan penetrasi ke dalam vagina, bukan sembarang melihat. Bahkan jikalau sekedar mendengar "Oh yes, Oh no!" saja tidak bisa dijadikan saksi. Tujuannya tentu saja agar apa yang terjadi pada Dandim ini tidak terjadi. Bahkan jikalau si saksi ketahuan bahwa tidak 100% yakin pada perselingkuhan yang ia 'lihat' tadi, tapi tetap bersaksi palsu, hukumannya amat berat dalam Islam. Tapi Islam juga tidak hanya...

Hafiz yang Murtad

Sempat heran dengan beberapa artis yang melepaskan keislaman mereka. Padahal mereka dulu yang ngotot kalau semua agama itu sama. Lah kok malah mereka yang pindah? Kalo memang semua agama sama, ngapain juga pindah dari satu agama k agama lain. Tapi abis baca cerita seorang hafiz quran yang pindah agama gara2 wanita cantik, saya akhirnya paham. Semua takdir Allah, dan tidak ada yang bisa menjamin surga untuk dirinya, meski seumur hidup penuh ibadah atau kesalehan lainnya. Jadi teringat sama temen saya di FKG dulu. Rohis banget, muslimah yang taat dengan hijab betmen. Tiba2 saya kaget di terakhir kali ketemu, dia sudah fasih memakai jeans ketat dan kaos jilboob. Satu hal yang saya syukuri, untung dulu dia pake gamis, coba kalo dulu pake rok atau pakaian biasa, mungkin setelah sekian lama dia ke mana2 udah ga pake baju lagi hahahaha. Itulah yang namanya takdir Allah, toh saya pun tidak lebih baik dari dia. Semoga Allah memberinya yang terbaik. Amiiiin.

Pencitraan Amerika Serikat ala Homicide Hunter

Habis nonton Homicide Hunter tentang kasus narkoba yang berlanjut ke pembunuhan tiba2 tersadar. Betapa hebatnya USA menutupi borok mereka. Kasus pembunuhan yang sebetulnya jumlahnya sangat fantastis di AS, bisa ditutupi dengan rapi, lewat media. Ya. Letnan Kenda yang dijadikan tokoh utama acara TV ini seolah menjadi gambaran dari polisi2 di AS. Padahal jumlah kasus pembunuhan yang berhasil dipecahkan oleh Letnan Kenda ini sepanjang karirnya tak sampai 1 persen dari seluruh kasuspembunuhan di AS. Ya. Pencitraan selalu menang, betul gak Pak Jokowi? Hehe.

Pabrik Dokter dan Dokter Gigi

Ada yang agak aneh dalam komentar2 yang bermunculan di media massa berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan di Indonesia yang dikatakan tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Jumlah dokter dan dokter gigi dikatakan terlalu sedikit. Tiba2 muncul komentar dari salah satu menteri saat itu yang akan menggenjot jumlah dokter dan dokter gigi. Aneh, emangnya dokter dan dokter gigi itu diproduksi dalam bentuk saset di pabrik, bisa seenaknya digenjot produksinya. Padahal nanti kalau ada dugaan malpraktek, yang disalahkan juga sistem pendidikan dokter dan dokter gigi juga. Lingkaran setan memang, setannya ya pemerintah yang senang betul mengadu domba dokter/dokter gigi dan masyarakat demi perolehan suara di pilkada atau pemilu.

Wanita dan Anomalinya

Dari beberapa obrolan dengan teman2 saya yang berjenis kelamin perempuan, ketika mengetahui salah satu teman pria mereka jatuh hati pada mereka, tapi mereka tidak punya hati pada teman pria itu, yang akan terjadi adalah mereka menjauhinya. Anehnya, ketika ada pria yang menjauhi mereka karena memang tidak mau "ngarep" lagi pada mereka, komentar yang muncul dari bibir mereka yang merah merekah adalah : "Ih, ga dewasa banget sih cowok itu. Ditolak langsung ngambek.....cemen!" Wanita memang sulit dimengerti. 

Ditipu Tukang Listrik

Saya berniat buka praktek baru. Sebagai persiapan saya mengajukan pemasangan meteran listrik baru, khusus untuk ruang praktek gigi. Saya coba tanya di teman yg punya kenalan org PLN, katanya ongkosnya 6 jutaan untuk meteran 3500 watt. Saya coba cek online....eh ternyata cuma 3,5 jutaan. Kabar baik? Belum tentu. Ketika hari pemasangan tiba, si tukang listrik beralasan 1 rumah tidak bisa 2 meteran. Maksudnya ruang praktek saya di dalam apotik, jadi dianggap bagian dari apotik. Saya pun minta solusi apa agar bisa dipasangi meteran. Si tukang cuma bilang tidak bisa. Tanpa solusi. Ya sudah saya bilang batal saja. Sepakat. Jengjengjeng..... Pemilik apotik mengetahui kesulitan saya. Kemudian menghubungi salah satu tukang listrik langganannya. Si tukang baru ini kemudian menghitung2 instalasi yang akan saya buat di ruangan praktek dll. Keluarlah angka fantastis 2.7 juta, padahal cuma 2 colokan dan 2 lampu. Setelah nego turun jadi 2.5 juta. Tapi saya coba konfirmasi lagi, "Jadi...