Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017
Ternyata luar biasa iman penyembah Ahok di salah satu daerah miskin di Indonesia. Demi memuja Tuhan mereka yang bernama Ahok, Shalat Idul Fitri mereka tinggallkan. Kirain alasannya karena si khatib menghalalkan korupsi, atau si khatib tiba2 joget2 di atas mimbar. Atau alasan lain yang dijelaskan dalam aturan agama. Ternyata alasannya, khatib menghina Tuhan mereka yang sedang dipenjara akibat kasus penistaan agama. Tuhan memang tidak boleh dihina. Makanya mereka rela pahala shalat Idul Fitri ditinggalkan demi ketaatan pada Tuhan Ahok. Karena toh Islam kan hanya tulisan di KTP mereka saja, shalat pun mereka cuma sekali setahun, saat lebaran itu. Itupun menjadi tidak sempurna pahalanya karena meninggalkan khutbah yang menghina Tuhan mereka. Semoga Allah memberi saya kesempatan untuk menyaksikan bagaimana keadaan daerah miskin ini kelak setelah meninggalkan ritual Idul Fitri demi menyembah Ahok.
Banyak ilmuwan dan tokoh Indonesia yang sempat besar di luar negeri, lalu kembali ke Indonesia. Berbagai media mencantumkan pujian : Beliau lebih rela mengabdi di negeri sendiri ketimbang bergaji tinggi di negeri orang. Atau : Beliau ingin membangun negeri. Padahal sejatinya hanya penyakit bawaan kebanyakan manusia Indonesia : homesick.
Alhamdulillah. Senang rasanya ketika tahu Pak Quraish Shihab ditunjuk sebagai khatib shalat Idul fitri. Beberapa kali mengikuti acara TV beliau, di salah satu stasiun TV yang terkenal suka memelintir berita soal umat Islam. Di situ muncul kekaguman saya pada beliau. Seperti kata beliau di salah satu ceramah tahun lalu, Islam itu ibarat cahya matahari. Mustahil untuk menutupi cahayanya. Itu pula yang terjadi pada acara tv beliau itu. Beberapa kali si pembawa acara, yang akrab dengan dunia hedon, mencoba menggiring pemaknaan beliau terhadap salah satu ayat yang sedang jadi topik bahasan. Alhamdulillah, beliau tidak terpeleset. Berulang pula beliau memberikan penjelasan yang memaknai kekisruhan beberapa waktu lalu di pilkada DKI. Tidak menusuk langsung pada peristiwa itu, tp setidaknya bisa memberi hidayah pada tokoh2 yang anti Islam akibat peristiwa pilkada DKI. Cahaya matahari tak bisa dihalangi. Anda tutupi malah anda yang tidak bisa hidup. Mudah2an esok di idul fitri, bel...
Setelah nonton beberapa film "islami" yang dibuat oleh kreator2 yang "ingin memberi pencerahan" dan akhirnya nonton "mencari hilal" akhirnya saya sadar. Mereka yang "katanya" ingin menyegarkan pemahaman agama lewat film justru sejatinya malah membuat awam makin jauh dan benci pada agama. Betapa tidak, kata2 "Allah" dan istilah2 islami lainnya dipelintir2 layaknya komedi wara wiri ramadhan yang pernah dibintangi komeng dan adul. Tapi dalam versi sarkastic. Ulama digambarkan sesuai "paranoia" si kreator film. Sebagaimana penjelasan Dr. Zakir Naik. Mereka para kreator film yang "ngaku islami" ini mungkin ketakutan sampai terkencing2 setiap kali melihat, mendengar atau berpapasan dengan ulama. Akhirnya, sebagaimana penderita paranoia yang overanxiety, mereka "memukul2", "menendang2", "berteriak2", lewat karya seni yang mereka buat. Layaknya orang paranoia yang panik, kreasi mereka tak...
Penipuan itu klo sampeyan datang, orangnya kabur. Sampeyan mintain duit sampeyan, dia ga ngasih. Kalo sampeyan blm nemuin, blm minta duit sampeyan, trus nuduh "penipu" itu namanya fitnah Mbel! Jangan mentang2 dia ustadz, sampeyan seenaknya memfitnah.
Mau puasa ngotot melihat bulan, tapi waktu shalat ga sekalipun nengok posisi matahari, langsung aja ngintip jadwal shalat tahunan. Egoisme pribadi dengan memprovokasi umat? Atau memang niat menjalankan sunnah?
Harga cabe di kulonprogo anjlok. Pemerintah ngapain? Petani menderita diem aja. Giliran harga naik langsung ribut. Emang cuma orang kota saja yang harus menikmati harga murah? Dengan mengorbankan petani atau peternak sekalipun? Betul2 ga punya hati.
Dalam situs toko  online  Nike,  sneakers  yang dikenakan presiden berusia 55 tahun itu, adalah Nike LunarEpic Low Flyknit 2. Harga  sneakers  warna  wolf grey  tersebut senilai Rp2,389 juta.

Si Botak Nyari Rezeki Sahur

Si Botak yang menghina Ulama, dengan alasan rezekinya berasal dari orang2 kafir, bukan Allah, bertingkah mengherankan. Si Botak ikut acara sahur yang notabene berkaitan dg Islam. Mungkin yang bayar dia orang kafir juga. Orang kafir yang dapat keuntungan dari Ramadhan. Fiuuuuh, menjilat ludah sendiri....

Ulama Kencing Berdiri, Umat Terkencing2

Baru saja kecewa dengan ulama saleh yang takut penjara, eeh ada kasus lagi yang bikin kecewa. MUI pernah curhat soal biaya operasional mereka yang mnyedihkan. Bagaimana proses penerbitan fatwa yang penuh keprihatinan. Tapi kok malah disia2kan. Fatwa tentang media sosial, menarik perhatian pemerintah. Ulama memang berlomba2 menjilat pemerintah dengan pekerjaan sia2, asalkan terkesan berada di pihak presiden, dan tidak dipenjarakan. Ulama sekarang kan takut penjara, meskipun mereka di posisi benar. Pemerintah pun senang bukan main mendengar MUI menerbitkan fatwa soal media sosial. Padahal semua orang Islam sudah pasti tahu kalau etika di dunia maya sama dengan etika di dunia nyata. Tidak perlu ada fatwa baru. Kecuali iman mereka sekelas remaja munafik penulis plagiat yang ngetop beberapa waktu belakangan ini. Fatwa tentang media sosial yang saya baca sungguh mengecewakan. Seolah2 menerbitkan fatwa tentang haramnya babi. Padahal kakek2 pikun juga tau kalau babi itu haram. Siapa...

Perlu Revisi Syarat Tingkat Kecerdasan Anggota Kepolisian

"Administratornya palsu, jadi susah ditangkap." Demikian dalih polisi di salah satu media online yang saya baca perihal belum terungkapnya penyebar kasus hoax yang menyeret nama Riziq Shihab. Semoga Allah membuat si polisi narasumber menjadi pikun atau menderita demensia beberapa tahun lagi jika ia berbohong. Kenapa? Karena semua pemicu hoax di internet adalah akun palsu. Mana mungkin asli. Penyebar mungkin asli, tapi pemicu? Rasanya mustahil. Mana mungkin orang memakai data asli dirinya di internet jika tahu berita yang akan dicetuskannya adalah berita palsu. Nenek2 jompo juga tahu. Jadi pantas donk polisi ga bisa nangkap? Iya, kalau tidak pernah ada kasus @triomacan dan sejenisnya yang kemudian berakhir dengan penangkapan, saya akan percaya. Tapi kan kenyataannya polisi selalu bisa menangkap pemilik akun palsu tersebut. Kenapa pada kasus HRS tingkat kecerdasan polisi anjlok ke titik terendah? Aneh. Tapi biarlah Allah yang mengungkapnya. Amiiin. Siap2 ya pak polisi...

Balada Gadis Munafik Ingin Tenar

"Semua orang juga pasti pernah nyontek." Ngeles si gadis munafik yang dikutip salah satu media online setelah tidak mampu lagi menghindar dari tuduhan plagiat. Komentar gadis munafik yang memang ngebet jadi tenar, haus perhatian ini sekilas terlihat sederhana. Tapi kalau ditelaah bukankah berarti dia menganggap kecurangan itu biasa? Dengan kata lain korupsi di matanya juga dianggap biasa. Memang sudah rusak parah rupanya moral gadis yang mengaku2 muslim ini. Memang orang munafik tak punya standar moral dan etika yang bisa dipertanggungjawabkan. Muslim, tapi anti Islam. Membingungkan, tapi dibilang munafik di depan mukanya pasti ngamuk lagi. Tapi Allah yang Maha Kuasa, selalu punya cara mengungkap borok orang2 munafik dan anti Islam. Yang kadang berlindung di balik kedok "hijab".

Katanya Anti Persekusi, Masih Ingat Kasus TV One Pak?

Persamaan Teror Istiqlal dan WARISAN

Kirain setelah kasus WARISAN tidak ada lagi oknum muslim "males mikir" di Indonesia. Eh, ternyata peneror mesjid Istiqlal sama seperti penulis WARISAN. Sama2 MALES MIKIR. Bukannya mempelajari, menelaah khotbah yang disampaikan pengurus mesjid, apakah sesuai dg Al quran dan hadits, eeeeh malah si oknum MALES MIKIR langsung mengirimkan pesan SMS ancaman terhadap mesjid Istiqlal. Orang2 MALES MIKIR yang malaaaasss mempelajari agamanya sendiri, tapi sok tau kalau ada ulama yang berpendapat, memang menjadi duri dalam daging bagi umat Islam.

Pemerintah dan Tokoh Politik Mempromosikan Perpecahan Bangsa

Seandainya judul tulisan ini dianggap fitnah, begini penjelasan saya : Pernahkah anda geram kemudian melawan karena terus-menerua dituduh atas apa yang tidak anda lakukan? Mungkin anda yang karyawan, bayangkan bos anda terus-menerus mengatakan kepada anda jangan malas, jangan malas, jangan malas. Khusus pada anda saja. Sementara pada yang lain tidak. Apa yang muncul di hati anda? Iya, kegeraman yang sama juga muncul di hati saya. Saya yakin juga di hati muslim lainnya. Betapa tidak. Islam tidak mengajarkan untuk membunuh kaum kafir, kecuali mereka tengil dan membunuhi kaum muslim terlebih dahulu. Tapi bapak2 pejabat yang terhormat ribuuuuuuuut saja soal toleransi dan keberagaman. "Ah, itu perasaan adek saja. Kan kewajiban kami untuk mendorong persatuan dan kesatuan bangsa." Mungkin begitu kilah bapak2 semua. Bolehkah saya diizinkan pidato setiap ada sidang DPR, dan izinkan saya berkata "anggota DPR jangan korupsi" di depan sidang setiap kali. Setelah itu ...

Fitnah Terhadap Ustadz YM

Kata Ali bin Abi Thalib : kebenaran tidak boleh disembunyikan.  Maka tergetarlah hati saya untuk sedikit angkat bicara soal kasus salah satu ustadz ternama. Menjadi geram, karena si bodok yang jadi "korban" diekspos pernyataannya oleh salah satu media online yang merusak nama baik si ustadz. Ustadz bukan Nabi, memang! Tapi juga bukan iblis yang lantas dibiarkan saja ketika dijelek2an orang. Apalagi dengan berita yang dirasa fitnah. Maka rasanya kewajibana sy untuk menyebarkan apa yang saya tahu perihal kasus ini. Jikalau di kemudian hari ternyata terbukti si ustadz tidak sesuai dg pernyataan saya ya silakan doakan hukuman pada Allah SWT. Ga ada ruginya juga, toh kata pendukung Ahok kan semua muslim itu koruptor dan maling, atau tikus kotor. Pertama yang saya ingin jelaskan, si ustadz berniat mendirikan sebuah usaha yang diniatkan beliau hasilnya nanti akan diputar lagi demi membiayai kepentingan umat. Niat yang mulia. Si ustadz mengajak, MENGAJAK umat untuk berinvest...

Dokter Bhinneka Tunggal Ika? Atau Dokter Anti Islam?

Hhmmm dokter bineka tunggal ika..??? Rasanya dari dulu ga pernah ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika....dari mulai kuliah rekan2 dari sabang sampe merauke, dosennya juga dari berbagai suku ras dan agama.. sampai sekarang jadi TS.. pasien2 juga beragam dari mulai yang matanya sipit kulitnya hitam, dilayani dengan baik sesuai kode etik.. Kenapa tiba2 ada yang ngaku2 dokter Bhinneka Tunggal Ika? Hahaha.. Pilkada DKI sudah selesai, jangan profesi dokter kalian tunggangi karena sakit hati. InsyaAllah tinggal usulkan : Presiden harus beragama non muslim dan berasal dari etnis Tionghoa di UUD kita nanti. Sesuai penafsiran Bhineka Tunggal Ika kalian kan? Hahahaha

Persekusi Versi Siapa?

Tak heran masyarakat makin geram. Seorang dokter yang MEMANCING RIBUT di media sosial malah di blow up oleh media sebagai korban. Persis kasus tokoh kafir Jakarta sebelumnya. Pertama2 bertindak sok jago petantang petenteng ngomentari sesuatu di ruang publik, kemudian ambil posisi jadi korban ketika sadar sudah bikin rusuh dan menyakiti hati masyarakat. Dengan kata lain : petantang petenteng dulu, playing victim kemudian, ketika ternyata salah memprediksi kekuatan lawan. Ketika si dokter sudah "kalah jumlah", sama seperti kasus tokoh kafir Jakarta dulu, dimunculkanlah tuduhan "persekusi". Sebagaimana kata "hoax" diangkat oleh seorang pejabat demi menambah amunisi untuk membela tokoh kafir Jakarta mati2an. Padahal "hoax" sudah ada sejak lama dan dilakukan oleh pihak pendukung si tokoh kafir juga. Tapi seolah2 muslimlah yang mencetuskan "hoax". Persekusi pun bukanlah hal baru di media sosial. Status saya di media sosial saja pernah ...

Pantas Muslim Indonesia Ditindas Penyembah Berhala Pancasila

Di kota saya tinggal, setiap mesjid menyediakan takjil yang berlimpah. Hati saya senang melihat masyarakat berlomba2 dalam kebaikan. Sampai suatu hari......jeng3. Ternyata semua tidak disediakan dengan ikhlas. Mungkin sebagian ikhlas. Namun sebagian besar tidak. Rupanya semua memberikan makanan karena sistem giliran. Dengan kata lain dipaksa. Rupanya memang keyakinan pada janji Allah belum merasuk dalam jiwa masyarakat. Sehingga bukannya berlomba menyediakan takjil, malah dengki pada yang tidak menyumbangkan takjil. Dampak dari belum meratanya dakwah di tengah umat. Bukannya iri dan rebutan untuk mendapat pahala, malah dengki pada yang tidak berbuat baik. Ibarat kata, bukannya rebutan bisa shalat di mesjid, malah dengki pada yang masih terlelap saat subuh tiba. Fiuuuuh....pantas saja satu orang kafir bisa bikin repot jutaan muslim. Imannya masih kelas TK. Pahala menyediakan takjil untuk orang puasa itu besar. Para sahabat, sebagaimana dicontohkan orang di Mekah dan Medinah, ...