Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Mesjid Tanpa Kipas

Kapaaan pengurus2 mesjid ini akan paham bahwa yang memperparah penyebaran covid19 itu adalah sirkulasi udara ruangan yang tidak lancar. Artinya ruangan berAC yang memang niscayanya harus selalu tertutup rapat, adalah berbahaya. Pun demikian, ketika anda sebagai pengurus mesjid membuka semua jendela, tapi tidak menyalakan kipas angin, entah karena ilmu yang kurang, atau salah informasi, maka anda akan menciptakan 2 masalah dan berpotensi di akhirat nanti menjadi terdakwa atas ketidaksengajaan menzalimi orang lain.  Pertama, pasti jamaah kepanasan. Kedua, dengan matinya kipas angin, udara tidak mengalir. Akibatnya kalau ada kuman, akan berputar di situ2 saja. Jadi makin parah.  Semoga kelak pengurus mesjid akan lebih rajin menambah ilmunya, karena tanpa ilmu, akan banyak orang teraniaya.

Double Standard of Terrorism

Orang Hindu di India bisa dengan bebas menganiaya bahkan sampai membunuh seorang muslim gara2 sapi. Tapi kalian tidak menyebut mereka TERORIS HINDU. Ketika Muslim melakukan pembalasan gara2 kalian mengolok2 Nabinya, kalian langsung bersuara keras dan keluarlah cap TERORIS MUSLIM kepada mereka.  Kenapa? Apa karena pada kasus pertama pelakunya kafir, dan korbannya muslim?  Otaaak mana otaaak?

Pemimpin Itu Gambaran Masyarakatnya

Kalau kamu merasa nilep 5000 perak atau ngambil gorengan 5 ngaku 3 itu wajar, kamu akan diberi pemimpin2 yang merasa korupsi 3 milyar itu wajar. Kalau kamu merasa buang sampah bungkus kerupuk sembarangan itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak peduli AMDAL. Kalau kamu merasa asik2 sama pacar di depan umum itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak menghargai perempuan. Kalau kamu merasa jalan melawan arus itu wajar, kamu akan diberi pemimpin yang tidak peduli pada lubang di jalanan.  Jadi, ubahlah dirimu sendiri sebelum kau berharap mendapat pemimpin yang adil.

Ernest Prakasa Akhirnya Sadar Juga

Semakin ke sini, semakin banyak pendukung Jokowi yang menjadi SJW alias Social Justice Warrior. Termasuk para artis-artis dan komika-komika. Tujuannya bagus, idealisme tinggi, tampaknya mereka paham apa kesalahan yang sudah mereka lakukan sendiri. Salah memilih pemimpin. Untuk menjadi SJW ada yang melakukanya dengan extrem, contoh Najwa Shihab. Bagaimana caranya mempermalukan orang2 dari partai pendukung Jokowi, menyudutkan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, akhirnya dia dianggap sebagai pahlawan oleh rakyat kecil. Ada juga yang menempuhnya dengan cara kritis, tapi netral seperti Ernest Prakasa yang kita ketahui sebagai pendukung Jokowi, namun sekarang mencoba untuk mengkritik pemerintah.  Bagi penulis silakan saja kritik pemerintah, memang pemerintah kita bukan dewa yang sempurna, apalagi kalau sudah paham apa yang dikritisi dan yang lebih penting adalah paham apa yang pernah keluar dari mulut sendiri. Dilansir cnnindonesia.com Ernest berkata : "Buat gue secara personal, yang b...

Penampakan Asli KFC Yakiniku Rice

Penolakan UU Cipta Kerja, Jokowi Dewa Tak Tersentuh

Unjuk rasa kaum pekerja yang katanya difasilitasi oleh undang-undang, atas nama demokrasi mereka boleh melakukannya. Namun apakah kebebasan itu salah? Adakah keabsahan bahwa ada alasan kuat yang mendasari unjuk rasa menentang disahkannya RUU Cipta Kerja oleh DPR yang juga disetujui oleh pak Jokowi (karena beliau sama sekali tidak terdengar bereaksi menolak sampai sekarang) pada Senin tanggal 5 Oktober 2020? Gelagat yang terbaca jika kita bandingkan dengan faktanya, unjuk rasa para pekerja itu dituduh oleh buzzer didasari dugaan prematur yang beredar melalui media sosial. Tapi sementara itu bunyi RUU yang sesungguhnya, tidak dapat ditemukan di mana2.  Kenapa para wakil rakyat di Senayan demikian nekatnya menyetujui RUU itu tanpa mengedarkan draft RUU secara jelas atau diskusi lengkap di televisi, sementara di belakang nanti RUU itu dianggap akan menyengsarakan rakyat yang diwakilinya? Masak iya pula Presiden dan para menterinya melakukan persekongkolan jahat dengan para calon invest...

Covid 19 Itu Konspirasi

Covid-19, antara Konspirasi, Ketidakpedulian dan ParanoiaIni adalah artikel saya yang pertama di bulan ini. Beberapa rekan, baik penulis, teman seko Pertanyaan model gini memang gampang-gampang susah njawabnya, tapi kalau mau jawaban sederhana, ada dua sebab. Pertama, rebutan laptop. Sekolah daring, membuat perebutan laptop di rumah kami, intensitasnya naik. Sebagai orang tua yang baik, saya lebih memilih anak saya memakai laptop, dibanding keharusan saya menuli Saya pikir, pembaca beberapa waktu terakhir ini cukup akrab dengan kata “konspirasi”. Kalau saya ditanya, apakah covid-19 adalah sebuah konspirasi? Maka jawabannya adalah ya dan tidak. Covid adalah sebuah sesuatu yang nyata, bukan hasil sebuah konspirasi seperti analisa penganut "PKI itu ideologinya Pancasila". Tapi di pihak lain, beberapa kelompok “ekonomi” dan “politik” memang sengaja menggoreng isu ini. Sebagian lagi, ikut-ikutan riding the wave aja. Mengambil keuntungan dari hiruk pikuk dan kekalutan berbagai piha...

Bahasa Isyarat dan Syarat Menjadi "Orang Besar" yang Dipenuhi oleh Anies Baswedan

Beberapa hari lalu, di salah satu akun media sosial pribadi saya menggungah kalimat begini: "Karena semua yang besar itu merepotkan. Syarat pertama jika Anda ingin menjadi besar ... Anda harus mau repot atau direpotkan oleh banyak urusan!” Saya teringat akan pernyataan itu saat melihat unggahan akun media sosial (Instagram) dari Anies Baswedan. Sebagai Gubernur DKI dengan segala urusannya, beliau masih menyempatkan waktu untuk belajar bahasa isyarat, lalu mempraktekkannya ketika hendak mengucapkan “Selamat Idul Fitri” yang diperingati masyarakat Jakarta. Videonya sih tidak panjang. Hanya berdurasi 1 menit. Namun, Anies Baswedan dengan cukup baik hendak menyampaikan pesan, yang bila dituliskan akan terbaca seperti di bawah ini: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Anies Baswedan kami mengucapkan Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah. Amin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terlihat bias...

Bentuk Asli Fish Bento KFC

Di menu Sampai di rumah

Bentuk Asli Colonel Burger KFC

Perbandingan bentuk aslinya dan yang di iklan/menu.

Amien Rais dan Partai Ummat

Berita tentang Amien Rais akhirnya muncul kembali. Setelah sekian lama tenggelam dan tergeser oleh berita burujnya koordinasi pemerintah mengatasi corona, menkes Terawan, tingkah laku konyol Bu Suk dan Arteria Dahlan dengan PKInya, lelaki berusia senja ini kembali mendapat panggung. Ia memang sudah terdepak dari partai bentukannya sendiri, yaitu Partai Amanat Nasional atau PAN. Tak mau menyerah dan mundur dari panggung politik, Amien lantas membentuk partai baru, bernama Partai Ummat. Partai tersebut diklaim oleh Amien berasaskan Islam rahmatan lil alamin, dengan semboyannya "Lawan kedzaliman, tegakkan keadilan".   Partai ini sebenarnya belum resmi terbentuk. Struktur kepengurusannya masih digodok dan kemungkinan rampung pada Desember. Sepertinya tak ada yang "baru" dari partai ini. Sejatinya ia hanyalah sempalan dari PAN yang masih pro-Amien Rais. Dari semua uraian di atas, otak saya mulai dipenuhi banyak pertanyaan. Yang pertama, apakah Amien sadar bahwa suaranya ...

Warga DKI yang Bandel Merepotkan Tetangga

PSBB DKI sudah menunjukan hasilnya. Warganya ditertibkan tidak boleh kumpul-kumpul, dan mereka patuh. Ehhhmmm...ini jadi mengingatkan pada seseorang yang selalu dan selalu menemukan cara untuk keluar dari lubang jarum. Ibaratnya nih, sebagian warga Jakarta semakin pintar untuk mengatasi kesulitannya. Selama 3 tahun ini sudah banyak yang dipelajari dari pemimpinnya. Berlahan tapi pasti ilmu itu diaplikasikan. "Kami terus berkoordinasi dengan daerah-daerah sekitar Jakarta supaya juga bersinergi positif," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2020). Riza mengakui sejumlah warganya mencari hiburan ke Bodetabek karena wilayah tersebut masih mengizinkan restoran melayani makan di tempat. "Memang teman-teman di Jakarta makan ke Tangerang, makan ke Bekasi, makan ke Depok, makan ke Bogor, karena daerah situ tidak menutup restoran seperti di Jakarta, mal tidak tutup. Kalau di Jakarta kan dibuka tapi nggak boleh makan di tempat."...

PKI Belum Menyerah

PKI belum menyerah. Itu sebuah kesimpulan yang saya ambil dari tayangan ILC baru2 ini. Ambisi mereka untuk menghapus jejak G 30 S/PKI masih menggebu-nggebu. Meskipun sebetulnya masyarakat sudah mulai bisa memaafkan, tapi sayang mereka sendiri tidak mau mengaku salah. Mungkin karena sudah mendapat angin di salah satu partai jadi harus bergerak sedini mungkin. Langkah PKI untuk bangkit sebenarnya tidak mulus. Berbagai penolakan terhadap komunisme terjadi di sejumlah daerah. Namun hal tersebut nampaknya belum membuat mereka menyerah. Sempat membuat isu pemecatan Panglima TNI adalah karena menonton film G30S/PKI, makin ke sini makin menjadi. Tentu saja akhirnya banyak yang percaya dengan isu kebangkitan PKI. Masyarakat Indonesia cerdas. Jika PKI benar-benar bangkit, kenapa tidak ada satupun anggota PKI yang ditangkap selama dirinya menjabat Panglima TNI? Salah satu pertanyaan kurang cerdas dari buzzer.  Yaiyalah tong, masak PKI muncul dengan nama PKI lagi. Cuma bu Ribka yang berani non...

Muslim Benci Anjing?

Sebuah berita soal kafe anjing di Saudi menarik perhatian saya. Tentu saja yang menarik perhatian karena berita ini ditulis di sebuah situs yang identik dengan kaum alay. Jadinya saya tertarik, "Apalagi hal ngawur yang ditulis para alaytukangdugemtapisokngomonginpolitikdanagama ini?" Ternyata ada beberapa hal yang menggelitik di dalam artikel itu. Katanya kafe anjing ini menjadi menarik karena anjing adalah hewan yang diharamkan dalam Islam. Dari sini sudah ketauan maboknya. Coba dibaca berulang. Kesannya kafe ini menyediakan menu daging anjing wkwkwkwk..meskipun mabok sagonnya sudah terasa kental, tapi syukurlah tidak menyinggung kami sebagai muslim. Dan mudah2an yang punya kafe juga tidak pernah membaca artikel ini. Bukan tidak mungkin dia akan merasakan hal yang sama ketika membaca artikel ini. "Emang lo pikir gw nyediain daging anjing? Dasar alaysoknulisserius!!!" Mungkin itu nanti katanya, tentu dalam bahasa Arab. Hahaha