Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Jangan Mati Dulu

Hidup kadang terasa berat. Tapi betulkah hidup anda adalah yang terberat? Betulkah kematian lebih layak bagi anda? Betulkah? Allah menciptakan kita semua setara (mungkin anda bisa baca artikel saya tentang kesetaraan gender untuk memahami "setara"). Anda pikir yang kaya itu bahagia? Belum tentu. Ada banyak orang di sekitar saya yang kehilangan motornya, itu sebanding dg hampir setengah kekayaannya, dan santai2 saja. Namun, beberapa kali saya dengar bule superkaya yang perusahaannya bangkrut dan akhirnya bunuh diri. Menjadi miskin bukan berarti anda sedang di neraka dunia. Boleh jadi tidur anda lebih nyenyak dibanding pimpinan perusahaan ternama yang punya kasur super empuk. Anda pikir jadi presiden itu senang? Setiap hari anda harus mendengar kritikan dari orang, dan.....percayalah......itu tidak akan menyenangkan. Bersyukur sajalah karena Allah menciptakan kita semua sepadan. Mereka yang gampang bergaul, punya banyak teman, kadang pusing dililit utang. Masih ingat ora...

Intimidasi Ala Ahokers

Setelah kebingungan saya beberapa waktu lalu perihal "intimidasi" yang dimaksud Ahokers. Akhirnya terjawab oleh ceramah Dr. Zakir Naik. Intimidasi yang dimaksud adalah "rasa malu". Misalnya begini, kalau ada ustadz atau orang alim yang masuk ke restoran, dia ngaji sambil nunggu makanan, ahoker muslim ada di sebelahnya, pasti si alim dituduh mengintimidasi. Karena sebetulnya ahoker muslim yang harusnya tak masalah dengan lantunan ayat suci ini merasa malu, segan. Demikian juga jika sekumpulan model, artis berbaju seksi, kedatangan seorang ustadzah bergamis, mereka semua akan merasa "terintimidasi". Mereka malu karena merasa bersalah, berdosa. Begitu pula jika penjahat merasa terintimidasi jika ada polisi di dekat mereka. Orang jahat akan selalu merasa terintimidasi dengan keberadaan orang baik, karena dosa2 mereka. Jadi saya sudah sedikit paham apa yang dimaksud "intimidasi" saat pilkada dki kemarin. Tak ada yang "mendekat dan memuku...

Manusia Tak Bersyukur

Jakarta punya sejarah panjang. Gubernurnya pun sudah silih berganti. Tapi setahu saya belum satupun yang korupsi atau......terbukti korupsi. Setahu saya cuma 2 orang kafir yang pernah menjabat gubernur jakarta. Keduanya pun tak lama. Lalu kenapa masyarakat Jakarta anti gubernur muslim? Jakarta bisa jadi sebagus yang anda tinggali saat ini tentunya jasa pemimpin2 muslim itu juga. 2 orang kafir lebih hebat? Mana datanya? Bang Yos juga kalah donk? Silakan sebutkan nama gubernur jakarta muslim yang korupsi. Hubungi saya kalau sudah ketemu. Yang divonis lho ya, bukan sekedar bacotan anda semata. Lalu kenapa masyarakat Jakarta anti gubernur muslim? Tapi fenomena ini bukan hal baru. Allah sudah katakan dalam Al quran mengenai fenomena orang2 tak bersyukur. Sesama muslim diludahi, padahal sama sekali tak buruk. Kafir dipuja2 padahal tak lebih baik. Coba anda cari daftar koruptor terbesar di Indonesia. Apa agama mereka. Masih ingat kata "Tansil"? Koruptor yang kabur ke luar nege...

Emansipasi Wanita

Makin banyak wanita yang petantang petenteng dengan dalih emansipasi atau feminisme. Perempuan bisa melakukan apa yang pria lakukan. Sedangkal itulah pandangan mereka tentang kesetaraan pria dan wanita. Izinkan saya menjelaskan kesetaraan menurut pandangan saya. Wanita dan Pria tidak sama. Tidak akan pernah sama. Tidak ada wanita yang bisa mengalahkan Christiano Ronaldo atau Lionel Messi dalam bermain bola. Tidak ada juga wanita yang bisa mengKO Pacquiao. Kalau ada wanita yang tersinggung dg klaim saya ini, silakan buktikan sendiri. Saya malah senang bisa menyaksikannya jika itu terjadi. Makanya laki2 memberi ruang yang berbeda antara perempuan dan laki2 dalam olahraga. Karena wanita tak akan bisa mengimbangi pria. Lalu bagaimana bisa setara? Menurut saya kesetaraan berarti "sama penting". Wanita tidak akan bisa menaklukan pria sebagaimana bayangan dangkal orang2 barat. Sampai kiamat pun. Tapi wanita bisa menundukan pria untuk mengikuti kemauannya dalam bentuk yang Mat...

Bedanya "Muslim" dan "Baru Muslim"

Mungkin pada bingung sama judul di atas. Iya maksudnya, apa bedanya muslim sejati, ulama, alim, dengan "baru muslim", yaitu orang2 yang baru mendapat hidayah alias "berhijrah" kalau kata orang2 kekinian. Sebelumnya mohon artikel ini jangan salah ditanggapi sebagai "anti hijrah". Justru saya senang banyak artis atau sahabat yang "hijrah". Namun tentu segala sesuatu ada kekurangan yang harus diperbaiki. Dan kewajiban seorang muslim untuk saling menasehati dalam kebaikan. Pertama, mereka yg hijrah sering "berkacamata kuda" dalam mengambil dalil. Apa yang dikatakan ustadz atau gurunya atau website panutannya, itulah yang benar. Selain itu......haram. Padahal yang harus dilakukan ketika mendengar pendapat org lain adalah menyelidiki dulu keabsahan pijakan dalilnya. Kalau sah, meski beda, layak diterima sebagai perbedaan yang wajar. Bukannya didebat panjang lebar. Berkaitan dengan hal di atas, Baru Muslim juga sering memancing perdebat...

Intimidasi Pilkada?

Entah pendukung calon gubernur ini tidak memahami kata "intimidasi" atau memang terjadi. Lucunya stasiun TV RAMES milik Chaerul Tanjung mengangkat isu intimidasi saat pencoblosan ini. Rasanya hampir mustahil untuk mengintimidasi. Bagaimana tidak, anda sendirian di dalam kotak suara. Selesai mencoblos pun bisa pulang ke rumah anda masing2. Jadi meskipun di luar tps orang berkumpul sambil bawa senjata mengancam anda, di dalam kotak suara kan anda bebas. Lalu dimana pengaruh intimidasi tersebut? Kecuali anda tolol atau pengecut sekelas babi. Andaipun hasilnya si calon kalah, pendukungnya yang ngumpul di luar tidak akan semudah itu mengamuk. Toh anda sudah berada di rumah. Rumah anda dikunci dan dindingnya pun beton. Andai pendukung Anies merusak rumah anda. Anda bisa lapor polisi. Kalau anda tidak tolol, tentu anda tahu kalau pihak berwajib akan dengan sangat senang hati mengusut kasus itu jika memang terjadi. Lalu mana intimidasinya? Mudah2an si TV RAMES akan tetap mengi...

Orang Indonesia Anti Nyontek, Plagiat

Entah stasiun tvnya yang salah "quote" atau memang pelajar Indonesia itu luar biasa. Anti plagiat, anti nyontek. Bahkan saat marak "nyontek massal" saat UN, pelajar Indonesia tidak setuju. Hal ini terbukti dari petikan wawancara terhadap salahseorang mahasiswa yang mendemo rektor di kampusnya untuk segera melepaskan jabatan. Alasannya? "Karena sudah bertindak buruk, salah satunya adalah penerapan aturan kemahasiswaan yang copy paste dari UNAND." Entah tvnya yang salah quote, karena tidak ada lanjutannya. Padahal sy merasa memang copypaste dari institusi lain, meskipun itu baik, tidak boleh dilakukan. Mencontoh sesuatu yang baik itu tidak disukai oleh pelajar Indonesia, apalagi setingkat mahasiswa. Apa yang penting itu adalah asli, meskipun butuh waktu seribu tahun untuk mencapainya. Ibarat kata, orang Indonesia tidak akan mencontek perakitan mobil dari Jepang atau Amerika. Mereka akan berusaha untuk menemukan sendiri, bahkan mengulangi kembali prose...

Hukum Indonesia Itu Sangat Adil, Percaya Deh!

Hukum Indonesia itu adalah yang paling adil di dunia. Seorang residivis, bekas napi, merampok lagi dengan menyandera seorang ibu dan melukai seorang anak. Hukum Indonesia itu paling bijaksana, bisa membuat pelaku kriminal bertaubat. Hukum Indonesia itu paling hebat. Pembunuhan satu keluarga di Medan sampai saat ini belum tertangkap pelakunya. Saking hebatnya hukum di Indonesia maka pelaku kriminal harus berfikir beribu kali sebelum menghilangkan nyawa orang lain. Kalaupun tertangkap, si pelaku akan menginap enak di penjara dengan makanan layak. Fasilitas ini juga dibiayai dari pajak yang dibayarkan si korban semasa hidup. Setelah keluar penjara pun si pelaku bisa melakukan pembunuhan berikutnya. Pelaku jambret atau pencurian dipukuli massal sampai sekarat. Lebih adil ketimbang hukum Islam yang harus diadili, dibuktikan dl, sebelum dihukum potong tangan. Dengan sistem hukum Indonesia yang adil ini, pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya karena dia pasti dendam pada masyarakat da...

Jurus Kampanye Ahok

Buat politisi yang ingin maju di pilkada atau posisi lainnya, taktik kampanye Ahok bisa ditiru. Berikut jurusnya : Pertama, ganggulah pihak yang tidak mendukung anda. Setelah mereka terganggu, duduklah sambil menangis, secepatnya ambil posisi sebagai korban. Padahal anda sendiri yang mengeluarkan komentar yang mengganggu. Perhatikan apakah taktik pertama ini berhasil. Jika berhasil, segera keluarkan video atau media kampanye yang mengganggu pihak yang tidak mendukung anda. Kalau ribut lagi, segera secepatnya ambil posisi sebagai korban lagi. Demikian seterusnya, lakukan berulang2. InsyaAllah anda menang....meskipun di akhirat anda tidak akan pernah bisa lolos...

Prioritas Untuk Jamaah Haji Usia 75 th?

Sejak mengikuti pengajian2 ulama, insyaAllah, lurus di Youtube pemahaman sy tentang Islam sedikit bertambah. Salahsatunya perihal "berlomba dalam kebaikan". Ibadah adalah salahsatu dari bentuk kebaikan. Berlomba, saing2an dalam ibadah justru disukai dalam agama. Ibaratnya andai niatmu riya sekalipun ga akan ngaruh pada dampak kebaikan yang ditimbulkannya pada dunia sosial (menurut pendapat saya lho). Haji adalah ibadah yangsedang jadi ajang rebutan. Karena antriannya, saya saja baru dapat 2040. Hanya saja, semangat berlomba dalam kebaikan ini terasa "dicurangi" oleh pemerintah. Mereka memprioritaskan (terdengar sebagai memajukan jadwal) calon haji yang usianya 75 tahun ke atas. Sakit rasanya. Koreksi saya jika salah, tapi setahu yg saya dengar dari ulama bahwa ketika shalat berjamaah pun kita tidak boleh memberikan shaf pertama meskipun kepada Ayah kita sendiri, jika beliau terlambat datang ke mesjid. Bahkan di barisan jihad pun tidak boleh mundur di belakang...

Mau Jadi Dokter Itu Mahal

Asisten saya bercerita bangga tentang pacarnya yang dia katakan "jenius". Dalam hati saya berkata, siapa yang tidak akan bangga dengan pacarnya. Apapun pasti dibilang bagus. Tapi lalu sebuah niat untuk menyadarkan jutaan pemuda Indonesia yang berharap "easy money" di dunia kesehatan membuat mulut saya tak tertahan. "Kalau dia jenius, jadi dokter, bukan jadi perawat." Tanggapan saya. "Emang kok, katanya dia bisa saja masuk kedokteran, tapi orang tuanya ga sanggup karena biayanya mahal." Timpal asisten saya. Mendidih rasanya dalam hati. Sudah terlalu banyak orang sombong, gengsian yang tidak mau dianggap bodoh atau gagal, kemudian menyebar fitnah di tengah masyarakat tentang mahalnya biaya sekolah dokter. Padahal semua orang tahu, biaya jadi dokter (lewat jalur negeri) sama saja dengan biaya kuliah di jurusan lainnya. Kecuali "maksa jadi dokter" (jalur swasta). Masih mending kalau pacar asisten sy ini sempat mencoba UMPTN, tp te...

Selamat Atas Terpilihnya Ahok Sebagai Gubernur DKI Jakarta yang Baru

Judul di atas saya gunakan karena melihat begitu besarnya "dukungan jahat" yang ditujukan untuk menjadikan Ahok sebagai gubernur DKI yang baru. Berbagai aturan yang berlaku untuk setiap warga negara di negara ini seolah tidak berlaku untuk Ahok. Berbagai instansi pun memainkan berbagai jurus untuk mengintimidasi proses hukum terhadap Ahok, yang seolah menjadi Tuhan mereka. Tidak peduli dg aturan apapun dimunculkanlah isu2 "aneh". Berawal dari larangan hoax, sesuatu yang aneh, karena hoax artinya fitnah. Kalau memang mau dijadikan aturan hukum, mustinya sejak lama dijadikan larangan yang berkonsekuensi hukum. Kenapa baru sekarang jadi tegas seketika? Buni Yani yang tidak berbohong pun dengan aneh ditahan. Tokoh yang tak setuju dg ahok dituduh makar. Dituduh korupsi, dituduh pencucian uang. Cuma Allah yang bisa mengalahkan Ahok dalam pilkada DKI nanti. Sesuatu yang hampir mustahil. Bukan karena saya pesimis. Tapi karena saya merasa Allah memang ingin Ahok t...

Bencana Zakir Naik

Ustadz Dr. Zakir Naik datang k Indonesia. Saya senang luar biasa. Berharap bisa nonton, meski via online. Eh ternyata... Antusiasme nonton Dr. Zakir Naik terganggu oleh translator atau penterjemah yang entah ide siapa, disetel menterjemahkan ucapan Dr. Zakir Naik per kalimat. Soundnya jadi berantakan, ucapan Dr. Zakir Naik tidak terdengar jelas. Koreksi sy jika salah : cuma di Indonesia yang pakai translator untuk acara Dr. Zakir Naik. Mencoba prasangka baik bahwa mereka melakukan itu agar semua masyarakat bisa memahami. Tapi..... Apakah memang bangsa Indonesia sebodoh itu? Apakah mahasiswa Indonesia sebodoh itu? Sampai tidak bisa mengikuti seminar berbahasa Inggris. Lalu, apakah kebodohan itu akan dipelihara? Sebagaimana pemerintah melestarikan kebodohan anak Indonesia lewat film2 yang didubbing? Niat baik juga harus pakai pertimbangan dan evaluasi. Kalau sudah "gone wrong", kenapa tetap dipaksakan? Jadi ingat dengan seorang santri di mesjid Darut Tauhid, dia ...

Jangan Baca Blog Ini!

Mungkin pembaca semua bingung. Bikin blog ko ga boleh dibaca? Niat saya bikin blog ini karena pengen curhat, mengeluarkan uneg. Bukan nyari fans, apalagi nyari musuh. Knapa gak di facebook atau twitter? Facebook banyak temen. Ada yg siap dengerin ada yg gak siap. Yg siap sih asik, nanggapin status kita enteng2 aja. Klo yg ga asik? Bikin beban fikiran. Twitter? Cuma bisa 140 kata. Ga puas! Lagipula pemerintah sedang anti Islam. Sedang menggalakan sekularisme. Justru bahaya kalau blog ini jadi populer, banyak pembaca. Jadi bantu saya dengan tidak membaca blog ini. Apalagi anda yang tidak sejalan fikiran atau memang suka mencari musuh. Tks.

Agama di Indonesia Cuma Islam

Baru2 ini pemimpin Indonesia mencetuskan ide sekularisme. Ulama2 Islam langsung heboh. Tapi pemuka agama lain kalem2 saja. Kenapa? Sudah bukan rahasia lagi kalau konsep "semua agama benar" didukung oleh semua pemuka agama lain kecuali Islam. Ulama tidak sepakat dengan pernyataan ini. Kenapa cuma Islam? Karena pemuka agama lain sendiri memang bingung untuk menyandarkan imannya. Apalagi untuk ngotot mengatakan bahwa agama mereka benar. Akhirnya ikut saja ketika dikatakan "semua agama benar". Ulama memiliki sandaran pada sebuah buku ajaib bernama Al Quran. Jadinya kokoh ketika berhadapan dengan isu sekularisme. Islam yang komplit mengatur segala hal, hingga politik, tak mau setuju dg sekularisme. Sekularisme hanya bisa berjalan jika agama memang tidak komplit. Karena pemuka agama lain mengetahui ketidakkomplitan agama mereka, makanya mereka tunduk. Sementara ulama yang tahu bahwa Islam memiliki aturan yg komplit, tentu saja tidak mau tunduk. Memangnya aturan...

Cita cita PNS, Tapi Panas Liat Cina Jadi Orang Terkaya di Indonesia

judul di atas sekedar gambaran ironisnya hidup seorang muslim di Indonesia. Saya anggap juga sebuah nasehat buat diri pribadi. Ya, kebanyakan muslim yang saya temui bercita2 sebagai PNS. Tapi tidak senang dengan ekonomi Indonesia yang dikuasai Cina. Padahal sejarah Islam diawali oleh muslim2 pengusaha yang luar biasa. Bahkan PNS baru muncul kemudian sebagai profesi yang dijauhi karena beban amanah yang teramat besar. Kebalikannya saat ini. Muslim berlomba jadi PNS, tapi ngamuk melihat ekonomi dikuasai orang kafir. Terus mau gimana? Situ yang ga punya nyali buka usaha. Situ yang tidak percaya pada jaminan Allah akan rezeki. Orang kafir yang justru percaya kalau pantang menyerah pasti berhasil. Lah kok malah situ yang ngamuk kalau mereka sukses? Lah kok situ justru jadi koruptor demi "mengimbangi" pendapatan mereka? Lah kok situ yang ngutakngatik UU demi kenaikan gaji PNS? Situ yang setengah mati ingin petantang petenteng dengan baju hijau, sambil pegang papan bertulis...