Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017
Kelakuan pasien yang menjengkelkan pasti ada saja. Hal paling sering adalah ketika sampai di pertanyaan : 'sejak kapan sakitnya pak?' Wah, sudah lama dok. 'Iya berapa lama pak?' Lama betul dok. Waktu itu begini blablabla.... 'Berapa lama itu pak?' 5 tahun dok. Masih untung yg jawab tahunan. Kadang yg dimaksud lama itu baru 1 bulan. Pengen nabok rasanya biar otak si pasien bisa muter lebih cepat dan mengungkapkan lama sakitnya. Ada lagi pasien yg suka ngatur. 'Ini nanti suntiknya 1 ampul saja y dok.' Kata seorang pasien yg minta dicabut giginya. Iya pak, jadi ga boleh lebih dari 1 ampul ya?
Orang beragama itu merusak bahasa. Mohon maaf dengan judulnya. Tetapi maksud saya orang2 yg menganut agama tertentu punya kultur yg membuat tata bahasa Indonesia terpengaruh, dalam arti buruk. Orang Islam menyumbang kesalahan dalam bentuk huruf2 atau suku kata unik. Saya sendiri baru tahu kalau tidak boleh ada sh pada kata shalat, dz pada dzikir, ts pada tsanawiyah dan mungkin ada kata lainnya. Sementara orang non muslim menyumbang kerusakan dalam kesalahan pemberian imbuhan. Mana ada kata BERTUMBUH yang ada itu TUMBUH. Mana ada kata KEBANGUNAN, yang ada itu KEBANGKITAN. 
Nasionalisme ala anak2 dugem dan alay. Ribut2 soal salah satu ormas yg tidak mau mencantumkan Pancasila sebagai dasarnya mencuatkan kata NASIONALISME. Demikian pula dengan pola penampilan beberapa orang Indonesia yg dibilang kearab2an. Anak2 dugem dan alay berikut cabe2an kemudian protes : 'Itu tidak nasionalis! Akhirnya ngaji pun diubah menjadi berirama 'indonesia', persis menyerempet kebijakan Atta Turk di Turki dulu yg mengubah azan k dalam bahasa Turki. Alhamdulillah Indonesia selamat karena kasih sayang Allah dan irama 'indonesia' itu gagal menyesatkan umat. Tapi media sosial yg diisi anak dugem, alay dan cabe2an terus saja meneriakan nasionalisme. Padahal rusaknya isi otak mereka tidak akan bisa memahami kata2 seberat NASIONALISME. Hal ini terbukti ketika mereka santai saja menanggapi salah satu artis Indonesia yg pindah kewarganegaraan menjadi warga Perancis. Malah memuja2nya. Padahal kalau memang mereka paham NASIONALISME, pastilah menganggap meng...
Semua kerusakan di muka bumi karena tangan manusia sendiri. Itu yg tertulis dalam Al quran. Tapi ternyata kerusakan atau kesusahan dalam hidup manusia juga disebabkan tangan atau kelakuan mereka sendiri. Yg paling hangat, ojek online. Bukankah asalnya angkot yg sering ngetem dan tidak aman? Bukankah gara2 ojek pangkalan berisi orang2 angkuh yg tidak mau menjemput pelanggan dan bertarif mahal? Menjamurnya pasar swalayan dan minimarket. Bukankah karena kesombongan toko2 tradisional untuk tidak membersihkan dan merapikan tokonya? Bukankah karena toko tradisional lah yg biasanya jadi sarang pengoplosan atau produk palsu? Berhentilah menyalahkan orang lain sebelum mrmperbaiki diri sendiri. Larangan rokok. Bukankah gara2 perokok tidak menahan dirinya untuk MENGEPULKAN asap ke arah manusia lainnya dengan angkuhnya?
kirimkan 1 jenis makanan ringan favorit anda (syarat & ketentuan berlaku) berikut ulasannya beserta data diri lengkap ke alamat : Dokter Gigi Assep, Apotek Sangkakala, Jl. Durian 2, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Sebelum 1 Desember 2017. Ulasan terbaik akan mendapatkan uang tunai 1 juta rupiah. Persyaratan : Makanan halal Kering Belum kadaluarsa Kemasan masih rapi dan tertutup rapat
Klinik berhantu. Tempat praktek saya yg lama berada di lantai 2 sebuah apotek. Di lantai itu ada beberapa ruangan. Tapi hanya 2 yg berisi. Saya dan satunya bisnis MLM si empunya tempat. Seiring waktu berjalan si kantor MLM minus kegiatan. Jadi hanya 1 atau 2 hari dalam setahun ada org yg datang. Jadilah saya dan asisten menjadi satu2nya manusia yg beraktivitas di lantai itu.  Satu hari asisten saya yg percaya mistis merasa ada yg aneh di ruang tunggu. Katanya sih aneh aja gitu, merinding. Eh kakaknya di rumah menambah serius misteri itu dengan mengatakan ada cewek yg suka duduk di tangganya. Makin serius lagi karena saya bermimpi ada cewek di tangga k lantai 2 yg duduk2 sambil ketawa2 melihat saya. Beberapa bulan setelah si asisten lengser, pasien saya yg sedang menunggu di ruang tunggu ketakutan. Katanya ADA SESUATU.  Jadilah asisten saya pun ketakutan. Syukurlah sampai meninggalkan apotek itu kami masih sehat wal afiat. Tapi ternyata hanya sementara. ...
Ibu R menjadi pasien terakhir saya hari ini. Gigi atas kirinya dirawat sehingga harus datang berulang. Ini sudah pertemuan ketiga. Saya : kalau sakit angkat tangan kiri y buk. Saya memulai melepas tambalan sementara di giginya. Saat lebih dalam si ibu teriak. Saya : kenapa buk? Sakit? Ibu R : enggak dok, cuma takut aja Dalam hati saya sedikit kesal. Tapi proses perawatan saya lanjutkan kembali. Kali ini si ibu kembali berteriak. Ibu R : sakit dok. Saya : dibius aja y buk? Maksud saya agar saluran akar si pasien bisa diutakatik tanpa merasa sakit seperti saat ini, apalagi ini sudah kunjungan k 3. Pada kunjungan k 2 sebetulnya sudah ditawarkan, tp si ibu menolak karena takut disuntik. Ibu R : abis ini diapakan lagi dok? Saya kemudian menjelaskan. Ibu R : ini rawat saraf atau saluran akar dok? Saya menjawab, meski ibu R blm duduk pada posisi semula untuk dilakukan perawatan. Ibu R : dl saya pernah dirawat saluran akar di kota A, tapi dokternya pakai jarum2 diputar...
Pasien2 dokter gigi itu macem2 aja. Ada pasien yg sudah dijelasin sepanjang anyer jakarta eh ujung2nya tetep g nyambung. Dokter gigi : keluhannya apa pak? Psien : ini saya mau tambal gigi dok. Dokter kemudian memeriksa gigi yang dimaksud. Dokter : gigi bapak belum bisa ditambal pak karena lubangnya sudah terlalu dalam dan harus perawatan saluran akar pak. Pasien : jadi dicabut dok? Dokter : bukan pak, giginya harus dirawat dulu, dimatikan sarafnya dan blablabla..... Psien : ooo.... (paham?) Dokter : bagaimana pak? Bapak mau perawatan saluran akar? Pasien : saya ga mau dicabut dok. Dokter : (emosi setengah mati,pengen nyuntik mati si pasien).
Mungkin teman2 yg pernah shalat berjamaah d mesjid sadar kalau ada beberapa tipe jamaah unik. Diantaranya : Pertama, tipe sksd, sok kenal, sok deket. Biasanya ditandai dengan kaki yang selalu pengennya nempeeel mulu sama jamaah sebelahnya. Kedua, tipe nepophobia, alias fobia sentuhan. Ini lawannya si sksd. Saking fobianya, biasanya dia terus menghindari sentuhan kaki si sksd berulang kali. Akibatnya, si sksd jadi ngangkang abis selama shalat. Ketiga, tipe temperamental. Tipe ini biasanya tidak menghindari si tipe SKSD. Dia justru emosi gara2 aksi PDKT si SKSD. Akibatnya dia melawan. Dalam salahsatu sesi shalat sy melihat di depan mata kepalasendiri sebuah kaki jamaah diinjak oleh kaki jamaah lainnya, bukan nempel lho ya, diinjak, saat shalat berjamaah. Tapi shalat berjamaah tetaplah saat yang berharga untuk mewujudkan keinginan untuk mengais pahala. Amiiiin
Jadi dokter yang 'lebih....' apa ya kata2 yg pas supaya ga dibilang sombong? Hmmm...intinya ketika kita bisa menyelesaikan kasus yg tidak bisa dibereskan oleh dokter lain itu tidak selalu berakhir bahagia. Saya pernah mendapatkan kasus seorang bapak yang gigi bawahnya harus menjalani proses pencabutan rumit yang disebut odontektomi. Pasien : semua dokter di Berau ga ada yang bisa dok, dokter RSUD juga ga bisa. Saya : insyaAllah bisa saya cabut pak. (Berdasarkan.....aliassecara.....sayamemang memahami teknik pencabutansatu ini) Pasien : iya dicabut aja dok.(pasien senang) Pencabutan pun berjalan lancar dan aman. Adalagi pasien yang minta cabut, tp giginua masih sakit. Pasien : emang gapapa dicabut gigi atas dok? Saya : ga ada masalah pak. Pencabutan pun berjalan lancar dan aman. Tapi....jengjengjeng.... Beberapa hari kemudian saya dapat kabar dari pasien baru yg minta dicabut giginya. Dengan bangga dia bercerita Pasien : saya tau dokter dari pak abdul. ...
Dapat jawaban yang sama berulang2 itu kadang menyebalkan. Suatu hari psien datang dengan keluhan giginya yg sakit. Kebetulan pegawai dari salah satu perusahaan yg mempercayakan perwatan gigi karyawannya k saya. Setelh pemeriksaan giginya harus dirawat saluran akar atau perawatan saraf gigi. Saya kemudian mengisi beberapa form yg diminta oleh perusahaan. Tapi saya tetap mempersilakan si pasien brttanya. Saya : ada yg mau ditanyakan pak (sambilmenulis) Pasien : kalau gigi atas gapapa dicabut y dok? Saya : ga ada masalah pak. Bisa saja.(dengannadaygmenurutsayamemang biasa saja) Pasien : ya gapapa kan bertanya dulu dok. Saya : iya gapapa pak, ada pertanyaan lagi? Pasien : jadi perawatannya berapa lama dok sampai bisa ditambal? Saya : tergantung sih pak, tidak bisa ditentukan juga. Tergantung apakah sarafnya sudah mati atay blm. Pasien : ya gapapa kan bertanya dulu dok. Supaya lebih ngerti. Saya : iya gapapa pak. (Di sini mulai aneh) Pasien : kalau dicabut sembuhnya...
Standar keimanan orang Islam di Indonesia kadang tidak ditentukan oleh kerajinan ibadahnya. Tapi dari hal lain yang kadang tidak masuk akal. Misalnya ketahanan terhadap suara speaker mesjid atau mushala. Semakin tahan si muslim terhadap kerasnya suara speaker masjid, makin soleh dia. Makanya banyak muslim yang memilih tidak protes ketika mesjid atau mushala di sebelahnya menyuarakan suara pengajian atau selain azan dengan level kebisingan yang tinggi. Takutnya kalau protes malah dibilang ga saleh, ga beriman. Kalo jumatan lain lagi. Kita bisa ngetes tingkat kehebatan si khatib dari lama ceramahnya. Khatib yang ceramahnya cuma 10 menit dianggap imannya lemah, kurang saleh. Sementara khatib yang  bisa ceramah sampai 3 jam dianggap sudah pasti masuk surga. Hahaha
Jumatan itu sering digambarkan sebagai kegiatan membosankan. Jumatan terbagi atas 2 garis besar yaitu khutbah dan shalat. Khutbah adalah sesi yang paling menarik untuk dibicarakan. Terutama karena masih banyak ulama yang menganggap semakin lama mereka berkhutbah, makin mereka dikagumi oleh jamaah. Patokan mereka adalah selalu Soekarno, yang bisa berpidato berjam2. Mereka lupa kalau Soekarno dibekali 2 hal penting yaitu isi pidato yang berbobot dan gaya bicara yang lantang menggelegar. Kadang ulama2 ini tidak memiliki 1 pun dari hal penting tersebut. Akibatnya jamaah bosan. Ada yang melampiaskan kebosanan dengan tertidur pulas saat khutbah dan terkaget2 saat sudah iqamah. Ada yang membuka hp dan browsing internet. ABG sering juga main game online saat khutbah berlangsung. Tapi hal paling parah yang pernah saya dapati adalah MEMBUAT KERIBUTAN gara2 bosan mendengar khutbah yg lama. Iya, membuat keributan dalam arti mengeluarkan suara berisik yang mengganggu orang di sekelilingnya. ...
Jadi jomblo itu jadi sering ngayal, dari yg enggak2 sampai yang iya2. Seandainya begini, seandainya begitu. Apalagi tv nayangin acara korea, fiuuuuuh, terpaksa nelan liur sambil berkhayal : Seandainya punya bini artis korea. Pasti banyak cowok yang ngiri. Pasti tiap jalan kemana2 diliatin, bahkan mgkin dikerubutin minta tandatangan. Ngobrol pake logat korea yang meliuk2 unik itu. Tapi.......ga boleh kaget klo punya anak jelek. Wkwkwkwkwk
Miskin itu kadang bukan soal realita, tapi pola pikir. Banyak orang yang merasa miskin, padahal sebetulnya penghasilannya sudah rata2 atau mungkin di atas rata2. Mereka terjebak dalam pikiran mereka sendiri, persis seperti orang mabuk atau sakau, yang sudah kecanduan dengan candu yang mereka minum secara sengaja maupun tidak. Salah satu orang dekat saya menganggap penghasilan dirinya dan suaminya, digabung, kecil. Padahal sudah menyentuh angka 5 juta an sebulan. Saya rasa anda pun akan setuju kalau jumlah itu sebetulnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari2 sepasang suami istri dg 1 org anak bukan? Apalagi tak ada beban cicilan rumah lagi (mereka sudah punya). Tapi rupanya pengaruh tv, lingkungan, dan tingkat pendidikan yg rendah, membuat mereka tetap merasa miskin. Beberapa hal yang menjadi 'penyebab' terus meningkatnya angka kemiskinan sebetulnya adalah: Pertama, tidak sanggup membeli susu untuk anak. Sebab ini paling sering saya dengar. Rupanya karena iklan tv...
Cantik itu relatif, jelek itu mutlak. Bener banget. Saya sendiri percaya pada patokan orang2 kampung alias pikiran sederhana dan polos tentang kecantikan. Dada yang bisa jadi 'pegangan' dan tubuh yang semok adalah kualitas A. Oiya satu lagi, PUTIH. Kalau standar TV nasional kadang aneh. Hollywood malah kadang 'sakit'. Ada artis top nasional yang waktu itu saya liat di bandara Soetta bersama pacarnya, kutilang dara. Kurus tinggi langsing dada rata. Kok bisa tertarik? Itu dalam benak saya. Di film buatan salah satu komedian nasional juga menampilkan gadis dengan fisik memenuhi syarat, tapi gigi tidak proporsional menjadi peran utama wanita. Jadinya nonton jd ga ikhlas dan penuh tekanan batin sampai filmnya beres. Rasanya itu juga yg bikin putri indonesia sulit menang di miss universe. Rata2 kan kutilang dara, kecuali putri yg udah lepas jilbab dari Aceh, sama Zivana Letisha, klo itu sih memang sesuai SNI. Alasannya : jangan menilai fisik tapi BRAIN, BEAUTY AND BE...
Jadi presenter itu harus bisa jurus siku mengibas. Awalnya cuma terpancing oleh gerakan siku keluar dari salah satu anchor di stasiun tv makan2 punyanya konglomerat indonesia. Entah apa makna gerakan itu, entah keteknya gatal, baju atau jas yang terlalu sempit. Tapi lama2 bukannya menarik, menunjukan kegagahan, keeleganan, malah jadinya kayak orang yg kelebihan populasi bulu ketek. Apalagi stasiun tv jalan2 ini juga pernah menjagokan anchor-wati yg pinggulnya goyang2 saat bacakan berita. Tp kykny sdh pensiun atau pindah k belakang layar. Eeeh pas anchor nya ganti ke anchor-wati baru, ternyata jurus siku mengibas ini kembali terjadi. Eeeeeeeeh lagi, di acara adu masak di tv swasta tertua di Indonesia muncul lagi co host dg jurus siku mengibas ini. Tampaknya syarat untuk tampil di tv bertambah dengan jurus siku mengibas ini.
Bioskop jaman dulu sama skrg beda banget. Saya pertama kali nonton di bioskop waktu TK atau SD gitu. Lokasinya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Lantaran sudah lupa dg sensasi nonton bioskop waktu itu, sy penasaran nonton lagi. Kebetulan kami pulang cepat, atau habis ujian kayaknya. Saya, ferry, davi, qbit nonton di bioskop Gloria, bioskop terkenal d Bukittinggi. Waktu itu nonton dragon heart, Kevin Costner jadi satria yg temenan sama naga. Worth it sih, soalnya blm pernah nonton film itu. Klo ga salah tiketnya 2500 rupiah. Layarnya ga beda sama bioskop skrg. Tp kursinya.....rotan. kursi biasa, bukan sofa rotan. jadinya berasa di acara kondangan. Kami puas bisa pilih2 posisi duduk. Soalnya yang nonton.........cuma kami berempat.
Kadang meme itu disusun berdasarkan logika yang terlalu dangkal. Salah satu meme yg paling dangkal menurut saya adalah pernikahan Raisa. Di salah satu meme, dibandingkan antara pacar lama Raisa dan Hamish Daud. 'Ternyata yang serius lebih penting daripada yang lama (pacarannya).' Seolah2 Raisa milih Hamish cuma gara2 'serius' doank. Padahal kan ga sedangkal gitu juga kali coooong. Seandainya Raisa memang begitu, dan cewek2 di dunia ini juga sebegitu dangkalnya, ga akan ada jomblo di dunia ini. Pengangguran yang kucel bisa ngelamar nikita mirzan. Preman ngelem bisa nikah sama Cut Tari. Pedagang asongan bisa jadi sama Jessica Iskandar. Kan yang diminta cuma keseriusan? Pada kenyataannya kan alam ini punya aturan main. Ga akan bisa cewek sama cowok gitu aja tiba2 jadi cuma gara2 si cowok serius bawa keluarganya. Si cewek musti suka juga kali. Emang kalian cewek2 mau nikah sama cowok yg mukanya abstrak?
Kalau mau sukses itu, jangan go lokal. Barusan nonton youtubenya Praz Teguh, si komika minang. Sebagai orang Minang, saya bisa memahami kelucuan yg coba Praz tampilkan. Kemudian saya berfikir : harusnya bisa lebih populer dari ini. Pikiran saya melayang pada Epen Cupen. Kenapa mereka bisa top, menarik perhatian org Jakarta. Kesimpulan saya karena : menggunakan bahasa Indonesia. Memang mereka orang Papua, tapi beruntungnya mereka adalah : mereka membuat videonya dalam bahasa Indonesia. Logat mereka jelas Papua tulen, tapi bahasanya Indonesia, meski dengan grammar, alias tata bahasa Papua. Mungkin lantas banyak yg protes : siapa bilang videonya praz teguh ga terkenal? Saya tinggal jawab : emang praz pernah dibikinin serial tv? Film? Pernah gak? Bukan jadi figuran atau peran pembantu lho, tp utuh menjadi bintang utama. Tapi jangan salah paham dulu, maksudnya bukan PINDAH KE JAKARTA. Epen cupen bikin video di Papua kok. Tapi kembali : bahasanya. Rich chigga juga klo ga salah b...